Temukan Panggilanmu Sebelum Terlambat

Kesalahan kebanyakan orang, termasuk ane, adalah tidak mau mendengar kata hati. Kita sering lupa dengan hal-hal yang membuat kita lebih bergairah untuk bekerja dalam hidup.

Ane kepikiran nulis ini sambil nonton Kontroversi di Trans7. Betapa mirisnya melihat kondisi di pulau terluar Indonesia terutama pulau Aceh yang menjadi fokus liputan. Ane melihat anak-anak yang antusias untuk belajar, bangun lebih awal untuk berangkat ke sekolah, dan sayangnya guru pun tidak ada di kelas. Ironisnya, para guru malah mabal.

Orang sering berkata hidup itu harus realistis dan ikhlas. Menurut ane, mendengar kata hati itu adalah salah satu cara agar lebih ikhlas dalam melakukan perbuatan.

Apa keinginan terdalam kita yang membuat kita sangat bahagia? Tidak peduli apa kata orang di luar sana mengenai tindakan kita. Biasanya jika kita mendengar hal itu, kita akan lebih ikhlas menjalani pilihan kita.

Apakah kita lebih bahagia dengan melihat anak-anak tersenyum riang saat belajar? Jika jawabannya “ya”, panggilan jiwamu berada di sana. Cobalah sesekali menjadi seorang relawan yang turut membantu mengajar anak-anak.

Terkadang kita lupa tujuan awal kita dalam melakukan sesuatu. Kita terlalu tenggelam dalam rutinitas hingga kita tak sadar tujuan semula kita. Motivasi setiap orang berbeda-beda dalam melakukan suatu hal terutama pekerjaan. Ada yang murni senang di bidangnya. Ada yang mengikuti permintaan orang tua. Ada juga yang tergiur oleh penghasilan menjanjikan. Kembali berkaca ke diri kita. Pikirkan tujuan awal kita. Apa kita bahagia? Apa kita ikhlas menjalaninya? Hal itu memang sepele namun berpengaruh besar bagi diri sendiri juga orang lain.

Keikhlasan tidak melulu berarti rela melakukan suatu hal. Keikhlasan juga berarti totalitas dalam melakukan suatu hal. Keikhlasan seseorang selalu berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Semakin ikhlas seseorang, semakin serius usaha yang dilakukan dalam pekerjaannya. Hasil usaha yang bermula dengan keikhlasan diiringi kerja keras akan sangat berbeda terutama bagi kita. Ada sebuah kepuasan tersendiri bagi kita yang melakukannya. Kepuasan itu pun tidak selalu berbentuk materi, bisa saja pengalaman berharga, hingga perasaan bahagia yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hal itupun dapat dirasakan oleh orang banyak.

Contohnya adalah guru. Siapa guru yang paling berkesan di mata kita semasa sekolah? Siapa guru yang paling dekat di kalangan murid-murid, murah senyum, sabar menghadapi kondisi kelas yang tidak tentu, mengajar dengan penuh gairah, menjadi kesayangan semua orang di sekolah, dan keberadaannya tidak bisa digantikan oleh guru yang lain? Guru yang seperti itu adalah seorang guru yang ikhlas dalam mendidik murid-muridnya di kelas. Kapan lagi ada guru yang di sisi lain disayangi semua murid dan menjadi teladan bagi guru lainnya? Pernah ketemu guru yang seperti itu adalah pengalaman langka seumur hidup yang tidak terlupakan.

Temukan panggilanmu sebelum terlambat. Sadari hal itu sebelum menjadi masalah bagi diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita. Seorang yang seperti itu jauh lebih baik dibandingkan orang-orang cerdas namun tidak ikhlas menjalani setiap rutinitasnya.

Iklan

Dekat di Mata, Jauh di Hati

Bahasa kerennya sih ane terkena technology fatigue. Ironis memang orang yang pernah kecemplung di dalam dunia teknologi tapi soal penggunaan teknologi terbilang ndeso. Pertama pakai Facebook mirip orang 4l4y yang unggah status gak jelas dan cenderung umbar aib. Pakai Twitter cuman buat cari berita sama bikin proyek cerita bercuit (soalnya bersambung tapi formatnya dalam cuitan) yang gak keurus. Pakai deviantart pun gak pernah disentuh gara-gara dipake buat menguntit Ikki. Ketahuan sih gunain akun media sosial buat gak bener :v

Dulu ane emang sering nongkrong di Facebook sama Kaskus. Facebook sekarang sistemnya filter bubble jadi ane kehilangan kontak dari temen deket ane (termasuk si editor galak juga mesum, Mamih Aisya). Ditambah lagi banyak berita hoax merajalela jadi bikin ane enggan sentuh. Begitupun di Kaskus. Dulu sering nongkrong di lounge. Penyakitnya sama soal hoax juga jadi ya pindah ke subforum komputer. Tempat ane gak sengaja belajar dunia administrator PC yang jagonya pun gara-gara faktor kepaksa: komputer rumah sering bermasalah dan satu-satunya lelaki di rumah ane pun sangat payah (baca: Babeh). Sekarang udah mulai jarang buka Kaskus lagi seiring jarang nongkrong dengan dunia komputer.

Akun media sosial yang masih dipakai cuman Instagram sama Pinterest. Instagram buat portofolio sketsa sama hasil bidikan kamera ponsel ane. Jangan harap bisa menemukan foto ane di sana. Pinterest buat cari referensi. Entah itu buat belajar sketsa, kuliner, hingga referensi mode era 70-an untuk mendukung latar belakang novel yang ane garap. Ane gak setiap hari buka. Ada kali ya sebulan sekali. *woot?* Ane buka Instagram pun biasanya habis jepret foto dengan objek unik pas lagi jalan-jalan.

Bicara soal media sosial, ane terbilang ekstrim dan primitif. Jangan harap bisa mendapat balasan WhatsApp ato LINE ane dalam kurun waktu kurang dari 5 menit kecuali kalo itu adalah hal yang penting. Soal balas membalas pesan instan, ane terbilang siput. Kasarnya gini, kirimnya kemarin bacanya tadi. Ada dua faktor yang membuat ane terbilang malas dalam buka jejaring sosial ataupun baca pesan instan. Pertama, ane memang sibuk rintis bisnis di samping belakangan ini main Township pas selesai produksi. Kedua, memang pada dasarnya aja ane malas terlalu lama berada di dekat HP.

Berada di dekat smartphone itu benar-benar melelahkan. Justru ane merasa jauh lebih bahagia ketika HP ane masih Nokia 2600 yang tidak bisa terhubung dengan internet. Ane tidak perlu berpikir soal isi pulsa yang banyak hanya untuk memenuhi kuota. Bicara soal ponsel, dosen ane jauh lebih ekstrim lagi. Beliau pernah bercerita soal HP monokrom yang tidak pernah absen dari sakunya.

Jujur saja bapak bisa membeli iPhone sebanyak yang bapak mampu dengan penghasilan bapak. Sayangnya kebutuhan bapak hanya telepon dan SMS jadi HP biasa pun cukup.

Padahal beliau, Pak Dikdik, sebenarnya seorang dosen yang juga merangkap pengusaha. Punya banyak bisnis namun selalu berpenampilan sederhana. Laptop yang beliau kenakan bukanlah laptop mahal. Selama bisa memantau bisnis dan pergerakan saham dari jauh tanpa ada hambatan (salah satu kebiasaan beliau itu sering mantengin saham lewat dashboard sambil ngajar), laptop-nya masih bisa dipakai.

Jujur ane merasa lelah dengan perkembangan teknologi. Lelah bukan karena harus mengikuti setiap saat. Ane lelah dengan teman-teman ane yang seakan-akan memasang topeng setiap kali bertemu dengan ane. Kepribadian mereka di dunia maya amatlah berbanding terbalik dengan dunia nyata. Ane lelah dengan notifikasi yang muncul setiap saat dengan keributan yang tidak jelas. Penyakit SMS berantai dengan konten aneh-aneh pun kini merambah WhatsApp dan LINE. Ane lelah setiap kali ane berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji main dengan mereka, nyatanya mereka terlalu sibuk dengan ponselnya. Itulah yang membuat ane enggan untuk sekedar mulai percakapan dengan mereka. Ane bahkan pernah menulis di sini,

Jika ada acara reuni bersamaan di waktu yang sama, ane bakal menghadiri reuni SMK.

Teman-teman SMK ane memang orang narsis. Hal yang membuat ane nyaman adalah mereka tahu diri waktu untuk narsis terus unggah status dan waktu untuk main-main di dunia nyata. Mata mereka tidak selalu berpaku pada ponsel. Mereka lebih banyak melakukan hal-hal gila dibandingkan asyik di dunia maya namun garing di dunia nyata.

Ane memang tipe orang yang lebih senang ngobrol langsung daripada chatting. Tidak hanya masalah sensor di internet, tetapi juga dengan ngobrol langsung kita bisa lebih akrab. Dengan mengobrol pun kita bisa belajar untuk tahu diri. Kita bisa tahu hal-hal yang perlu dihindari dalam memulai percakapan. Kita juga bisa tahu hal-hal yang bikin rame ngumpul. Kita juga bisa tahu pasangan masing-masing. Seperti halnya kemarin Rina yang datang bersama suaminya dan Yuni yang bakal menikah dalam hitungan bulan. Bergaul langsung dengan orang dapat membuat kita belajar introspeksi diri. Bahasa tubuh tidak akan bisa berbohong seperti halnya pesan yang diketik di dunia maya. Ane bisa melihat gelagat seseorang dari bahasa tubuh mereka. Jika mereka tidak suka, lebih baik ane diam daripada cari masalah.

Teknologi memang berguna namun gunakan teknologi dengan bijak.

Kesempatan Kedua

Hidup memang sekali. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan kedua.

Ane baru tahu dari salah satu blog, humu pun bisa insyaf. Perjuangannya selama bertahun-tahun untuk melawan hal abnormal yang selama ini menggeragoti dirinya sangat berat. Mulai dari perasaan bersalah telah mengkhianati istrinya  hingga perasaan jijik di hadapan Tuhan (berdasarkan kisahnya, dia adalah seorang pelayan gereja yang tekun beribadah semasa remajanya). Perjalanannya menuju kesembuhan pun membutuhkan waktu hingga 30 tahun. Ia bahkan merasa jijik dengan masa lalunya terlebih saat melihat istrinya yang begitu sabar membimbingnya agar lekas sembuh. Rasa penyesalan itu memang ada. Kini ia hidup lebih bahagia bersama istri dan anaknya sebagai seorang ayah yang normal.

Cerita lainnya dituliskan dalam sebuah buku. Jika di luar negeri ceritanya adalah tentang seorang mantan humu yang bisa kembali hidup normal dan menata kembali rumah tangganya yang hancur, di Indonesia ada buku tentang mantan pengikut aliran sesat. Buku yang ia tulis adalah sebuah memoar tentang perjalanan hidupnya.

Ia adalah seorang aktivis dakwah yang terlalu idealis hingga mudah disusupi aliran sesat. Perlahan ia mulai mempengaruhi setiap orang di sekitarnya tak peduli itu keluarga, tetangga, sahabat, hingga orang asing. Hingga hidayah pun datang di saat ia sedang jatuh cinta pada gadis yang kelak menjadi istrinya. Ia sadar semua yang dilakukannya selama ini adalah salah. Ia melihat banyak orang menderita karena fanatisme buta akan aliran tersebut. Begitupun saat ia hendak melamar istrinya, ia mendapat penolakan besar dari keluarga besar istrinya. Ayah sang istri pun menganggap pernikahan itu akan menjadi racun bagi keluarga mereka. Penolakan calon mertua diiringi rentetan kisah memilukan yang terjadi di sekitarnya membuat ia beserta sang istri pun sadar lalu berusaha lepas dari aliran sesat itu. Saat ia berusaha kembali ke masyarakat, penolakan demi penolakan pun terjadi. Ia dikucilkan oleh sahabat, keluarga, hingga tak ada satupun tetangga yang mau menerima mereka. Ia berusaha keras untuk meluruskan pandangan mereka tentang masa lalunya. Ia sudah berubah. Ia bukanlah orang yang sama seperti dulu. Ia beserta istrinya pun tak bisa tinggal dengan tenang. Ia merasa orang-orang dari aliran sesat tersebut terus mengawasi gerak-gerik mereka. Usaha dan kesabarannya pun membuahkan hasil. Akhirnya ia bisa kembali ke keluarganya, menata kehidupan keluarga kecilnya, masyarakat mau menerima mereka, dan diterima sebagai seorang menantu. Bahkan  keluarga istrinya yang terus mendorong mereka agar lepas dari jerat aliran sesat yang meresahkan itu.

Orang kadang memandang miring seseorang terlebih lagi jika mereka melihat masa lalunya. Anehnya hal itu tidak berlaku bagi artis. Siapa yang tidak kenal dengan Vicky Prasetyo si penggoda perempuan yang berulang kali terjerat kasus hukum dan berakhir di penjara. Kini ia wara-wiri di televisi sebagai seorang pelawak dengan gaya bicaranya yang khas.

Beberapa orang bisa lepas total dari bayang-bayang masa lalu mereka. Johny Indo, narapidana pertama yang berhasil meloloskan diri dari penjara Nusa Kambangan, kini hidup menjadi seorang pendakwah yang membimbing para narapidana agar menjadi manusia yang lebih baik. Momen kaburnya Johny Indo diabadikan dalam film yang turut diperankan oleh beliau. Uje (alm.) adalah seorang mantan artis yang pernah terjerat dalam lembah narkotika dan minuman keras. Di hari beliau dimakamkan, banyak orang berbondong-bondong mengiringi jenazahnya menuju liang lahat. Kini orang-orang lebih mengenang beliau dengan hal-hal baik yang dilakukan semasa hidupnya ketimbang membicarakan masa lalunya.

Seseorang boleh memiliki masa lalu yang kelam. Bukan berarti kita bisa menghakimi mereka atas perbuatan di masa lalu yang sudah mereka sesali dan sudah menerima ganjarannya. Misalnya ia terkena hukum rajam di Aceh atau pernah mendekam di penjara seperti Johny Indo. Lihatlah seseorang dari masa kini dengan objektif seperti halnya melihat (alm.) Uje semasa hidupnya dan Hasan Tiro yang sudah menyerahkan diri. Nabi saja bisa memaafkan perbuatan Umar bin Khattab di masa lalu. Semua orang yang pernah berbuat salah berhak dimaafkan dan diberi kesempatan kedua selama mereka tidak “tobat sambel”. Biarlah Tuhan dan masyarakat yang memutuskan apabila pelakunya itu doyan “tobat sambel”. Toh sudah ada hukum yang mengatur itu dalam agama dan norma masyarakat.

Padahal ane udah gak mau nulis yang berat-berat, eh malah melanggar lagi. Mungkin efek samping dari nulis arc tentang tema ini sama masih kebayang-bayang episode Jigoku Shoujo yang ternyata ceritanya tentang “perlukah seseorang melakukan balas dendam” dalam episodenya.

Cara Bersyukur, Jadilah Produktif dan Buat Lingkungan Kita Lebih Baik

Ketika kesedihan mulai menggeragoti diri ane hingga menurunkan produktivitas, ane tersentil dengan berita mengenai Korea Utara dari sudut pandang seorang jurnalis yang pernah datang ke sana.

Semiskin-miskinnya orang di Indonesia, tingkat penderita katarak yang disandang orang Indonesia masih lebih rendah daripada orang Korea Utara. Orang miskin di Indonesia tidak ada yang mengidap katarak di usia remaja. Biasanya katarak umum ditemui di usia tua untuk kasus di Indonesia. Sementara di Korea Utara, penderita katarak di usia remaja jauh lebih umum ditemui.

Pemadaman bergilir memang sering terjadi. Biasanya pada fenomena tertentu seperti Earth Hour ataupun di musim kemarau. Sesering-seringnya orang Indonesia kesel dengan pemadaman bergilir, mungkin orang Indonesia bakal jauh lebih kesel tinggal di Korea Utara. Ibukotanya pun, Pyongyang, tidak lepas dari pemadaman bergilir yang hampir setiap hari muncul *eh?*.

Soal busung lapar pun jauh lebih buruk daripada di Indonesia. Bahkan untuk anak-anak usia sebaya dengan Korea Selatan, tinggi rata-rata anak-anak di Korea Utara lebih pendek 20 cm dan lebih ringan 10 kg. Bersyukurlah kita hidup di Indonesia. Penduduk desa miskin di Indonesia pun masih lebih beruntung daripada mereka. Masih bisa makan lalap yang tersedia di hutan, singkong, ubi liar, buah-buahan liar, dan selalu dapat rejeki nomplok pada waktu-waktu tertentu. Contohnya daging gratis saat Idul Adha, beras saat Idul Fitri, sumbangan warga keturunan Tionghoa saat Imlek, dan masih banyak lagi.

Pas nonton tayangan itu di National Geographic, ane mikir. Bersyukurlah apapun yang kita miliki sekarang karena bisa jadi besok kita tidak bisa menikmatinya. Jadilah orang yang lebih baik agar hidup kita lebih berarti di dunia. Setidaknya saat kembali ke rahmatullah masih ada prestasi yang bisa kita banggakan selama di dunia. Hal sepele yang menurut kita gak penting pun bisa jadi sangat penting di belahan bumi lain.

Setelah itu ane nonton tayangan ulang Innovation Nation. Biasanya ane nonton jam 7 sekalian belajar bahasa Inggris juga. Banyak fakta-fakta unik yang ane pun baru tahu termasuk kosa kata baru yang jarang dipake di buku teks pelajaran bahasa Inggris. Ane kaget pas tahu fakta di balik pabrik Ford di Amerika: satu truk dibuat dalam waktu 53 detik.

Okelah sakit tapi tidak berdarah. Ane bisa melakukan apa dalam waktu segitu? Ngupil sambil “bayar setoran” di WC? Tandanya ane kurang mensyukuri nikmat waktu yang malah jadi tidak produktif ._.

Tayangan Lama Rasa Baru, Itu Bukan Remake

Bicara soal remake, ane kurang greget nonton MacGyver versi remake. Kangen MacGyver lawas yang biasa nongol di Trans7. Bukannya ane gak suka versi terbarunya. Ane kurang merasakan karakter Angus MacGyver sama ceritanya yang lebih baik di versi lawasnya.

sumber: The Best Damn Nerd Show

apa perlu minta Trans7 tayangin ulang seperti halnya tayangin ulang Empress Ki?

Bicara soal apapun yang bersifat jadul. Entah itu acara televisi, film, bahkan iklan sekalipun pasti ada yang berkesan di masa kecil kita. Belakangan ini ane malah doyan nonton segala sesuatu berbau jadul.

Berawal dari depresi malah jadi seneng nonton segala sesuatu berbau jadul. Pertamanya sih dari iklan lawas yang ada di YouTube. Salah satu saluran yang terkenal adalah Sanggar Cerita, saluran yang terkenal dengan iklan-iklan jadul Indonesia mulai dari era Manasuka Siaran Niaga pada tayangan Dunia Dalam Berita TVRI (dan ane pun baru tahu itu adalah era terakhir TVRI menayangkan iklan) hingga era awal 2000an. Salah satu hiburan ane di saat ane depresi berat setahun silam.

^ credit: akun YouTube Sanggar Cerita. Jangan lupa like dan subscribe. Ntar dipeluk sama mamih Sophia Latjuba dan Dessy Ratnasari XD

Tayangan lawas memang berkesan. Itu kalo dibuatnya dengan bagus. Setiap zaman pasti ada yang baik dan buruknya. Hal yang terbaik akan dikenang dan yang buruk pun terlupakan. Hal yang menarik dari tayangan lawas adalah mereka adalah orang-orang niat di samping keterbatasan dana dan teknologi yang ada. Contohnya film horor lawas Indonesia yang bisa bikin orang merinding disko *maaf Papa Bebi* tanpa harus membuat orang-orang jump scare. Properti yang dipakai pun sederhana: gincu sebagai efek darah, bilatung, ulat, kodok, sampai buaya hidup. Jika ingin ditambahkan buaya buntung dan buaya darat pun, leh ugha.

Belakangan ini sedang tren, baik di Indonesia maupun di dunia, membawa kembali nostalgia itu pada pemirsa. Tidak peduli mereka hidup di zaman saat tayangan tersebut itu sedang populer ataupun pemirsa baru yang berada di zaman now. Metode yang dihadirkan itu bertujuan tidak hanya untuk membangkitkan nostalgia semata. Ada yang sukses dan adapula yang tidak sebaik tayangan aslinya.

Cara untuk membangkitkan kenangan dari generasi sebelumnya dan rasa penasaran generasi muda itu beragam. Ada yang dikumpulkan dari sumber aslinya seperti pemilik saluran YouTube Sanggar Cerita. Ada yang menayangkan ulang versi asli dengan rasa kekinian (baca: remake) seperti MacGyver yang saat ane menulis baru tayang season ke-2. Adapula yang membuat kinclong versi lawas tanpa mengurangi cerita seperti sebagian film lawas yang tayang di ANTV dan Trans7 pada tengah malam.

Istilah dalam bahasa Indonesianya bisa jadi restorasi namun dalam istilah bahasa Inggris dikenal remastered. Jika ane menggunakan kedua istilah itu dalam tulisan ini, intinya sama saja.

Banyak film Indonesia yang direstorasi akhir-akhir ini. Hal itu menjadi bukti dari kecintaan sineas muda Indonesia yang ingin menyelamatkan sejarah Indonesia yang terekam dalam bentuk film. Film pertama yang direstorasi adalah film Lewat Djam Malam pada tahun 2012. Keberhasilan restorasi film tersebut tidak membuat para sineas muda Indonesia puas. Pada tahun 2016, SA Films berhasil melakukan restorasi pada film Tiga Dara karya Usmar Ismail. Film tersebut menjadi film Indonesia pertama hasil restorasi pertama yang tayang dalam format 4K. Film Tiga Dara pun mendapat predikat film restorasi 4K pertama di Asia yang bisa dilihat oleh umum.

Hasilnya, kita bisa mengetahui perkembangan sejarah dan budaya yang terekam dalam film-film Indonesia lawas. Penonton pun semakin penasaran dengan film-film yang sempat tayang di masanya. Tidak hanya film-film lawas populer seperti film Warkop dan horor Suzzanna.

sumber: Photobucket

tidak tahu saya pernah main film, sungguh … ter-la-lu!

Begitu pula dengan anime. Ane sering melihat anime lawas yang mengalami prosedur serupa untuk diluncurkan sebagai edisi spesial. Tentunya dirilis dalam Blu-Ray dan format gambar terkini. Biasanya anime lawas yang mengalami proses restorasi serupa diluncurkan dalam kondisi tertentu seperti ulang tahun serial tersebut tayang atau ulang tahun pembuat serialnya. Contohnya Gundam SEED versi remastered yang ditampilkan dalam format HD.

Masalah restorasi film Indonesia adalah berpacu melawan waktu untuk menyelamatkan peninggalan sejarah berharga. Banyak film yang ditemukan dalam ruang arsip Sinematek dalam kondisi buruk. Entah itu terpotong, berjamur, hingga ditumbuhi kristal. Pihak Sinematek mengakui pada salah satu media bahwa kebanyakan salinan film yang mereka terima bukanlah fresh copy. Kondisi penyimpanan film pun memprihatinkan. Banyak gulungan rol film yang disimpan dalam wadah berkarat. Bukan tidak mungkin lagi lembaran rol film akan rusak oleh karat. Hal ini diperburuk dengan kondisi iklim Indonesia yang tropis. Idealnya, rol film disimpan dalam ruangan bersuhu dingin. Kondisi iklim di Indonesia memudahkan film menjadi cepat rusak oleh jamur. Jadi diperlukan perhatian ekstra untuk merawat semua koleksi film yang ada.

Masalah restorasi pada anime lawas adalah seluloid. Ane tahu proses di balik layar pembuatan anime lawas dari album book Sailor Moon yang ada di rumah. Pada paruh akhir edisi buku kedua dari album book Sailor Moon dijelaskan proses pembuatan animasi Sailor Moon. Mulai dari membuat sketsa di atas lembaran seluloid, memberi warna, menggabungkan lapisan demi lapisan lembaran seluloid untuk dijadikan satu adegan, hingga proses akhir seperti sulih suara.

sumber: koleksi pribadi

sayangnya buku yang kedua hilang setelah pindah rumah ._.

Sebelumnya ane mencari referensi tentang restorasi film dan anime, dua hal yang belakangan ini ane lihat di televisi. Ane terkejut ketika melihat hasil penelusuran di internet mengenai restorasi anime. Proses restorasi anime tidak semudah melakukan restorasi film. Hal itu dikarenakan banyak frame seluloid yang berpindah tangan setelah produksi. Setidaknya jika jatuh ke tangan kolektor jauh lebih baik. Kolektor akan merawat koleksinya sebaik pihak pengarsipan. Sayangnya ada yang ditemukan terkubur dalam tanah setelah anime tersebut selesai dibuat. Jika ada yang masih disimpan, itu pun disimpan dalam laboratorium film yang pernah menangani anime tersebut.

Rekaman adalah salah satu bentuk catatan berharga dalam peradaban manusia apapun jenisnya. Entah itu dalam gambar seperti film, iklan, dan animasi atau suara seperti pidato dan lagu. Setiap generasi perlu menghargai dan merawat hasil peradaban kita dengan baik agar tidak lekang dimakan zaman. Setidaknya dengan upaya restorasi dari tayangan lawas, kita bisa belajar banyak hal. Mulai dari tren, budaya, latar belakang yang terjadi pada tahun tersebut, hingga cara sineas mengekspresikan pikiran mereka.

Fujoshi dan Pornografi Ala Perempuan

Ane pernah baca salah satu artikel dalam majalah Kartini mengenai film Fifty Shades of Grey. Sebuah film kontroversial yang tidak bisa ditayangkan di bioskop Indonesia saat itu. Hal yang menarik dari artikel tersebut adalah membahas kaitannya fenomena Fifty Shades of Grey dengan pandangan pornografi di mata perempuan. Penulis artikel tersebut sengaja mengunjungi salah satu bioskop di Singapura yang menayangkan film dengan muatan BDSM kental itu. Pada saat film diputar dalam bioskop, ia terkejut melihat sebagian besar penontonnya adalah perempuan. Hal itu kemudian ia ceritakan lebih detil dalam artikelnya.

Perempuan adalah makhluk Tuhan paling seksi. Itu adalah kata Mulan Jameela. Kenyataannya, perempuan adalah makhluk Tuhan paling misterius dan membingungkan. Sudah banyak meme yang mengungkapkan isi hati para lelaki yang kebingungan memahami jalan pikiran perempuan. Jangankan para lelaki, ane yang perempuan pun malah bingung dalam memahami jalan pikiran perempuan.

Bisa dibilang ane itu memang mata keranjang di dunia nyata. Jika melihat tulisan-tulisan ane sebelumnya, ane sering menyinggung soal dirty jokes atau lawakan kotor bermuatan dewasa. Itu efek samping jadi seorang tomboi dan terbiasa dengan lingkungan yang mayoritas adalah laki-laki. Sejak kecil ane memang sulit bergaul dan berkomunikasi dengan perempuan. Teman terdekat dan sahabat pun mayoritas laki-laki. Jika ada perempuan pun itu hanya Dono (namanya Diana cuman karena perilakunya lebih parah dari laki-laki jadi dipanggil Dono), Indah, Teh Emul, dan Teh Sri. Itu sebabnya ane tahu betul dunia lelaki namun lucunya sangat awam mengenai dunia perempuan.

Perempuan selalu identik dengan feminim. Ia bisa jadi sosok wanita perkasa di luar seperti Bi Sheng Nan dalam Tiger Mom Cat Dad. Saat kembali ke rumah, ia tetap jadi tipikal putri keraton yang anggun, lembut, keibuan, penyayang, dan santun. Perempuan identik dengan pekerjaan rumah tangga. Di sisi lain, perempuan adalah pelaku multitasking dengan jumlah thread lebih rumit daripada sistem operasi yang berjalan dalam komputer modern. Satu hal lagi yang paling mudah diketahui oleh lelaki sekalipun: perempuan itu mudah luluh sampai wajahnya memerah.

Itu adalah gambaran wanita ideal yang sering muncul dalam literatur dan sosok di masa lalu. Sosok yang kerap ditemukan pada orang tua kita. Sosok perempuan yang masih anggun dan feminim. Biarpun pada masa itu ada yang tomboi pun, mereka masih terlihat sisi perempuannya.

Semakin ane mempelajari tentang perempuan, khususnya perempuan modern, semakin ane tersentak ketika mengetahui sisi gelapnya. Sisi yang terselubung dibalik efek-efek bunga bermekaran yang biasa muncul di manga genre shoujo.

Fantasi seksual seorang perempuan jauh lebih liar daripada lelaki mesum. Hal itu tersembunyi sempurna di balik keanggunan sosok seorang perempuan.

Tidak jarang ditemukan literatur yang dibuat oleh perempuan untuk menyalurkan fantasi liarnya. Contohnya seri Fifty Shades yang sebenarnya adalah fan fiction dari Twilight. Sebuah serial yang menceritakan tentang hubungan seksual bergaya BDSM yang justru menarik perhatian banyak penggemar dari kalangan perempuan. Karena masalah hak cipta, banyak nama karakter diganti menjadi seri Fifty Shades yang dikenal sekarang. Stephenie Meyer pun terkejut sewaktu membaca cerita asli dari seri Fifty Shades.

Jika masalah seksual itu adalah hal yang tabu untuk dibicarakan secara umum, lain halnya dengan perempuan. Ane pernah menonton salah satu episode Mamah dan Aa yang membacakan surel dari seorang wanita mengenai masalah hubungan rumah tangga. Sebenarnya dalam Islam sendiri soal “itu” memang dibahas dan ada aturan mainnya. Ane juga terkejut melihat majalah khusus wanita yang biasa disediakan di salon untuk mengurangi rasa bosan pelanggan. Ada rubrik khusus yang membicarakan soal “itu”. Mulai dari rubrik konsultasi dengan dokter hingga membahas hal-hal seperti Kamasutra. Bahkan saat ane bertemu dengan geng PMR semasa SMK, “itu” memang menjadi salah satu topik yang dibahas. Bahkan ane merasa teman-teman perempuan ane semasa SMK jauh lebih mesum daripada teman sekelas ane yang mayoritas adalah laki-laki. Memang “itu” adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Setidaknya bila bercerita di balik keanggunan perempuan, itu bukanlah hal yang tabu lagi.

Fujoshi, satu kata asing yang baru ane kenal sewaktu SMK. Ane pernah membahas hal itu secara sekilas dalam tulisan ane mengenai tipe-tipe perempuan. Sebenarnya ane sudah kenal fujoshi sejak SMP namun saat itu ane tidak tahu istilahnya. Fujoshi itu adalah perempuan yang isi pikirannya bisa dibilang mesum … dan lebih buruk.

Ane memang mata keranjang namun ane bukan fujoshi. Fujoshi sendiri terkenal dengan fantasi seksualnya lebih buruk dari seorang lelaki mesum sekalipun. Jika lelaki mesum hanya berpikiran untuk one night stand, perempuan super seksi nan menggoda, gadis imut seperti kimcil dan loli, juga mudah bertekuk lutut di bawah kakinya, fujoshi lebih sering membayangkan “hubungan antara dua lelaki” yang juga dikenal sebagai yaoi.

Mulanya fenomena fujoshi itu hanya dikenal di kalangan segelintir orang dalam komunitas otaku. Berdasarkan informasi dari salah satu teman ane yang juga seorang fujo, ketertarikan kebanyakan fujoshi di Indonesia bermula dari salah satu episode Naruto. Siapa yang tidak tahu episode “kecelakaan” Naruto dan Sasuke saat sedang bertengkar? Ane sudah tahu soal fujoshi sejak tahun 2008 dan saat itu ane hanya sebatas tahu soal “penyuka yaoi” tanpa tahu istilahnya. Pada masa itu, banyak fan fiction yaoi yang dibuat penggemar di Indonesia dengan tokoh Naruto dan Sasuke. Ane pun terkejut ketika diperlihatkan salah satu doujinshi yang diperlihatkan oleh temen ane tentang NaruSasu. Tidak hanya itu, temen ane pun getol mencari doujinshi yaoi lain di internet untuk memuaskan dahaganya.

Seiring berjalannya waktu, boyband Korea semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan ABG. Fantasi para fujoshi yang semula hanya terpaut pada karakter 2D pun melebar hingga tokoh 3D. Tidak jarang ditemukan fan fiction tentang personel boyband Korea dengan latar yaoi. Banyak pula yang di antara mereka sengaja melakukan penyuntingan foto bias mereka dengan Photoshop untuk memuaskan dahaga mereka. Tidak jarang para penggemar K-Pop kerap kesal dengan pasangan idol mereka namun anehnya mereka malah melakukan pairing dengan sesama anggota boyband lainnya.

Sebelum ane menulis tentang ini, ane mencari tahu di internet mengenai faktor-faktor yang menyebabkan fantasi seksual perempuan menjadi sangat liar hingga ada terjerumus dalam lembah fujoshi. Ane justru menemukan fakta lain yang jauh lebih mencengangkan.

Perempuan ternyata senang menonton tayangan pornografi. Hal itu terungkap berdasarkan data yang didapatkan oleh Pornhub, salah satu situs bokep daring.

Belakangan ini ane kesal dengan banyaknya pornhwa yang muncul di situs manga scan. Salah satu subgenre yang kerap muncul dalam pornhwa adalah smut. Ane penasaran arti kata smut dan ane terkejut. Smut adalah pornografi khusus perempuan. Perempuan memang senang menonton pornografi namun tidak seperti laki-laki yang terang-terangan menontonnya. Perempuan lebih senang melakukannya sembunyi-sembunyi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pornhub, ternyata perempuan lebih senang menonton tayangan pornografi yang sifatnya seperti yaoi.

Berbeda dengan laki-laki, selera pornografi perempuan lebih cenderung pada sesama jenis karena lebih “ramah” perempuan. Itu sebabnya banyak doujinshi yaoi tumbuh subur di Jepang. Fakta lain yang tidak kalah membingungkannya adalah genre yuri yang notabene adalah kebalikan yaoi pun ternyata banyak dibuat oleh perempuan. Uniknya, penyuka genre jenis ini adalah perempuan normal yang heteroseksual.

Apakah salah jika perempuan menyukai tayangan pornografi? Sebenarnya salah. Begitu pun ceritanya dengan laki-laki.

Pornografi dapat mengakibatkan kecanduan dengan efek yang lebih buruk dari rokok, minuman keras, dan narkotika. Seorang pecandu narkoba dapat mudah lepas dari jeratan narkoba namun pecandu pornografi tidak. Pecandu narkoba dapat disembuhkan total sementara pecandu pornografi lebih sulit untuk sembuh total. Pornografi dianggap dapat meningkatkan hasrat seksual saat berhubungan intim. Kenyataannya, para pecandu pornografi cenderung mengalami kesulitan saat berhubungan intim.

Anggap saja seperti membeli parfum. Orang yang terbiasa menggunakan parfum-parfum mahal tidak akan puas dengan parfum isi ulang yang dijual di toko. Sensasi yang dirasakan saat menggunakan parfum mahal berbeda dengan parfum isi ulang meskipun wanginya serupa. Hal itulah yang membuat orang-orang kembali membeli parfum mahal lagi dan lagi. Begitupun dengan hasrat seksual dari pecandu pornografi. Ia tidak akan bisa mendapatkan “kepuasan yang sama” saat “menyalurkannya dengan tepat” karena sudah terbiasa dengan “sensasi yang di luar batas”.

Bagaimana cara kita menyikapinya? Berperilaku sewajarnya. Lebih baik lagi salurkan hasrat itu dengan cara yang tepat yaitu menikah. Jauh lebih sehat bagi kesehatan fisik dan mental kita. Belum sanggup menikah ya sebaiknya jauhkan diri kita dari hal-hal seperti itu. Lolos dari jerat pornografi itu sangat sulit. Berdasarkan penelitian, pornografi membuat orang terus memikirkan hal itu terus menerus tanpa terkontrol hingga tak sadar melakukan … sebut saja “main sabun”. Jika hal itu dijadikan sebatas lelucon seperti ane tidak apa, asalkan jangan berlebihan. Fantasi yang liar tidak baik bagi kesehatan kita. Malah hal itu akan memperburuk citra kita di mata orang lain.

Jika kasusnya seperti fujoshi terus berlanjut hingga tahap lebih buruk, segera konsultasi ke dokter, psikiater, psikolog, dan pemuka agama. Mereka adalah orang-orang yang ahli di bidangnya jadi tidak perlu cemas. Semakin kita sadar akan kecenderungan terburuk, semakin mudah kita mencapai kesembuhan.

Ini kali pertama ane nulis serius mengenai satu topik yang kontennya “tidak seperti tulisan ane lainnya”. Jaga diri kita baik-baik karena kita ini perempuan. Perempuan yang baik melahirkan lelaki hebat dan generasi tangguh di masa depan.

Kembali Belajar Bahasa Inggris

Menerjemahkan gak melulu konteksnya dari bahasa X ke Y. Menerjemahkan bisa jadi mengartikan sesuatu yang si X ketahui agar bisa dipahami Y alias pembaca. Belakangan ini otak ane mulai agak ngaco dalam masalah penerjemahan. Gara-gara kurang belajar kali ye.

Ane emang seneng belajar apalagi bahasa asing. Dulu kepaksa sekarang ada motifnya. Ane belajar bahasa Spanyol gak langsung dari nonton Dora. Dora The Explorer yang asli pake bahasa Inggris lho soalnya kata-kata buat nyelesain masalah (terutama berkaitan dengan Tico si Tupai) kudu pake bahasa Spanyol. Ane pengen belajar bahasa Arab biar bisa lebih memahami Al Qur’an. Ane pengen belajar bahasa Mandarin biar lebih gampang belajar bahasa Jepang. Soalnya pelafalan kanji di Jepang itu ada banyak, ada yang berasal dari bahasa Jepang asli atau bunyi aslinya dalam bahasa Mandarin.

Jujur ane kesel banget tiap liat orang ngobrol campur pake bahasa Inggris. Pengecualian peranakan bule kayak Cinta Laura. Toh bapaknya Cinta Laura kerja pindah-pindah negara mulu sewaktu ia kecil. Wajarlah bahasa Indonesianya gak lancar. Lah ini yang lahir dan besar di Indonesia terus orang tuanya bukan bule apalagi pindah-pindah negara ngomongnya gaje ya? Pantesan ada istilah meme kids jaman now” juga. Ane pernah baca tulisan orang yang isinya sarkasme. Dia menulis kalo orang yang ngomongnya dicampur itu orang bodoh. Tulisan itu pernah ane baca waktu SMP. Makanya dari awal ane nulis di jurnal pun jarang dicampur bahasanya kecuali gak ada padanan katanya di kamus.

Sewaktu sekolah ane emang dikenal jago bahasa Inggris. Kemampuan yang mulai menurun seiring dengan jarangnya pake bahasa Inggris. Orang-orang tahu ane itu tipikal orang yang santai tapi mereka gak tahu cara ane belajar bahasa Inggris.

Dulu main game ngobrolnya sama bule. Malah lebih sering ditumbalin anak-anak guild buat nerjemahin perkataan anggota bule.

Kemampuan ane terasah semenjak kepaksa cari referensi berbahasa Inggris. Ane menyayangkan banget jarang ada yang mau nulis referensi berkaitan tentang informatika yang ramah pemula hingga mendalam menggunakan bahasa Indonesia. Pas zaman ane SMK, banyak penulis yang aktif di IlmuKomputer.com jadi ane banyak belajar dari sana.

Ane juga dulu kepaksa nyemplung di dunia fansub gara-gara kurang penerjemah. Ane kapok terjemahin rilisan HorribleSubs. Mending ambil dari rilisan fansub lain seperti FFF ato Commie yang tata bahasanya lebih teratur. Lebih bagus lagi ya nerjemahin langsung dari bahasa Jepang kayak Akkun, pemburu “berhala” yang malang melintang di jagat otaku. Berhala tuh maksudnya action figure, figma, nendoroid, dll.

Ane kebiasa baca referensi bahasa Inggris langsung dari zaman SMP. Gara-gara tugas asem kelas IX yang kudu nerjemahin langsung satu buku bahasa Inggris apapun dari perpustakaan sekolah. Ditambah lagi dulu ane pernah ikut MOSI aka seleksi olimpiade pelajar. Dulu ane ikut Biologi dengan dua alasan yang bodoh: ane seneng biologi (terutama menyangkut tanaman aka botani) dan kakak ane sarjana Biologi jadi banyak buku nganggur yang bisa ane baca. Soalnya … tahu sendiri lah soal olimpiade gimana.

Ane seneng banget nonton bareng keponakan terutama kartun. Kebiasaan itu muncul semenjak keponakan ane, Nara, lahir pas zaman ane SMK. Dulu kepaksa kudu nemenin keponakan. Soalnya kakak ane itu sekalinya nitipin anak eh pulangnya sampe malem. Dulu di TV kabel ada saluran JimJam (sekarang udah gak ada) dan Nara sering disetelin itu. Dia paling seneng nonton Thomas and Friends sampe suka joget tiap dengerin opening-nya.

^ dulu Nara joget-joget depan TV pas denger lagu ini.

Bener dah kata orang bijak. Apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya. Hikmahnya yang kerasa sama ane sampe sekarang ya soal listening lebih keasah. Acara kartun terutama untuk anak prasekolah itu bagus banget buat belajar listening soalnya pelafalan kosa katanya gak cepet dan jelas. Kecemplung di dunia fansub bikin ane belajar memahami konteks tentang penerjemahan. Menerjemahkan intinya ya membuat orang lain mengerti maksud yang ingin kita sampaikan dengan bahasa mereka. Bukan kata ane lho, itu definisi yang ditulis di blog Akkun. Keseringan baca modul bahasa Inggris selain nambah ilmu dan pembendaharaan kata juga bisa bikin otak kita secepat Google Translate dengan hasil lebih akurat. Efek sampingnya ya ane bisa mendapat informasi dari satu artikel secepat baca artikel berbahasa Indonesia selama materinya bukan hal yang memeras otak seperti belajar logika. Cobain deh sering baca artikel berbahasa Inggris sambil buka kamus ato nanya si mbah setiap ketemu dengan kata-kata baru. Pemahaman kita bertambah juga melatih kecakapan kita membaca dalam bahasa Inggris.

Tadi kepikiran ide buat nulis pas belajar bahasa Inggris lagi. Bingungnya lagi, ane lebih bingung belajar bahasa Inggris dari buku buatan orang Indonesia daripada buku buatan native speaker aka buku impor. Materi yang bikin bingung pun gak elit banget: simple present tense. Materi yang anak SD pun bisa jawab. Bahkan si Nara, bocah tukang joget tiap nonton Thomas yang sekarang kelas 2 SD, bisa jawab dengan sangat mudah.

Biar gak lupa materi yang tadi ya ane bikin ringkasannya di sini. Intinya simple present tense itu digunakan untuk menyatakan suatu fakta, kebiasaan, kegiatan saat ini, dan kegiatan dalam jangka waktu terdekat. Contohnya gini. Maaf kalo tenses-nya salah. Ane memang pengguna bahasa Inggris pasif jadi kemampuan berbahasa Inggris aktif ane kurang terasah.

I always watchs Ranma 1/2 at 8 PM.

Contohnya kok gitu? Kenyataannya ane doyan nonton Ranma di TV kabel. Jadwalnya emang jam 8 malem. Sudah ane bilang sebelumnya ‘kan kalo simple present tense itu bisa digunakan untuk menjelaskan kebiasaan.

Bingung adalah suatu kondisi yang kita tahu suatu hal tapi sering bertentangan dengan hal lain yang kita ketahui dalam mengambil keputusan. Setidaknya ane belajar itu semenjak kena omel Pak Dewo mulu di kelasnya. Contohnya beli buku. Ane pengen banget beli Silver Spoon *Butadon~ tunggu aku di toko buku!~* sama buku seri Anne of Green Gables yang kebetulan dicetak ulang *akhirnya “kode” ane pas kunjungan ke Mizan terpenuhi, hohoho!*. Masalahnya duit ane terbatas jadi harus pilih salah satu buat dibeli. Nah, ini baru contoh “bingung” yang benar. Bukannya ditanya suatu hal terus jawab “bingung” saking gak tahu mau jawab apa.

Tadi ada satu soal yang bikin ane bingung total. Soalnya gampang. Iya bikin soalnya gampang tapi jawabnya itu yang bikin susah. Perintahnya suruh membuat kalimat negatif. Banyak soal yang ane jawab dengan lancar namun ane mentok di dua soal.

Kalimat pertama: He never … (forget) anything.

Arti terjun bebasnya “dia gak pernah lupa apapun”. Ane saat itu berasumsi never itu sama dengan don’t soalnya sama-sama artinya “gak”. Berhubung ini latihan di buku ya ane masih bisa lihat materi tenses dari buku lain ato nanya si mbah. Itu masalah ane dari dulu. Setiap ketemu kata never pasti jawabnya sama kayak kata yang ketemu don’t/doesn’t—kata yang bikin kata kerja sesudahnya balik ke bentuk semula aka verb 1.

Pas ane nulis ini, sebenarnya ane pindah tab pencarian bahasa Inggris saking bingungnya penjelasan di dua buku yang sama-sama belajar bahasa Inggris. Di rumah ane banyak buku yang ditulis pengarang lokal sama luar. Bingungnya kok di buku A dijelasin gini tapi di buku B dijelasin gitu. Ya sudah ane cari jalan tengah dengan buka si mbah soal simple present tense. Akhirnya ya alhamdulillah lebih ngerti.

Eh pas lihat contohnya, pas banget ada jawaban soal yang tadi.

Jawaban: He never forgets anything.

Ternyata never dianggap sebagai kebiasaan jadi tetep pake akhiran -s/-es selama ada kalimatnya tanpa predikat.

Kalimat kedua adalah kalimat negatif. Justru bagi ane malah lebih bisa bikin kalimat negatif sama kalimat tanya daripada kalimat biasa apapun tenses-nya. Soalnya kalimat negatif sama tanya itu aturannya sama: apapun tenses-nya, pas ketemu kata kerja balik jadi verb 1.

Nah, soal yang ane hadapi malah gini.

Soal kedua: One of my brothers works in Bank of America on Jakarta.

Pertanyaannya: bentuk negatif dari kalimat di atas. Kebingungan ane malah menjadi-jadi. Jawaban di kepala ane ada dua.

Kemungkinan 1: One of my brothers doesn’t work in Bank of America on Jakarta.

Kemungkinan 2: (gunakan first order logic untuk menjawabnya, males ane nulis notasinya di sini)

Ane gak pernah menyangka menjawab soal latihan simple present tense ujung-ujungnya malah jadi first order logic. Lucunya malah kepelatuk pas ane berusaha melupakannya. Apa-apaan coba? Padahal dulu pas lagi ngampus pun berusaha memahami first order logic pun setengah mampus.

Kesimpulannya: bahasa Inggris itu sebenarnya mudah. Ngapain takut dengan nilai ujian Bahasa Inggris jelek? Sebagian besar orang Indonesia memang bermasalah dengan bahasa Inggris tapi lucunya ngomong sok Inggris. Pas ane baca lagi modul bahasa Inggris, eh otak ane ternyata masih secepat anak SD belajar tenses. Sebenarnya orang Indonesia kasusnya sama kayak Pinoy aka orang Filipina. Bisa sih bisa bahasa Inggris cuman males untuk menggunakannya dalam keseharian. Bahasa Inggris mudah jika kita melakukan empat hal: berdoa sebelum belajar, baca betul-betul materinya sampai paham, perbanyak latihan, dan dilarang keras curang dalam belajar.

Jadi, masih tetap lanjut belajar bahasa Inggris? Gak apa-apa deh ngulang materi dari dasar. Hal yang terpenting adalah jadi paham dan lebih baik dari sebelumnya. Toh orang yang hebat adalah orang yang tetap belajar meskipun ia sudah mahir dalam bidang tersebut.