Teknik Belajar Nyentrik

Ente kesulitan belajar? Sama, ane juga. Malah otak ane tergolong bird egg. Jika ente adalah seorang peternak pet dan pernah menemukan kata itu dalam sebuah game MMORPG server lokal, mungkin ente bakal mengerti alasan ane sering menyebut jenis pet itu.

(sumber : SOED wikia)

Ini dia yang sering ane sebutin, pernah melihatnya?

Singkatnya, bird egg adalah tipe pet yang paling membutuhkan kesabaran untuk membesarkannya. Sama seperti otak ane. Materi baru saja harus diajari berkali-kali biar ngerti, baik itu belajar sendiri maupun tidak. Apa ente memiliki otak setipe dengan bird egg juga? Belum tentu. Setiap orang memiliki kemampuan mencerna informasi yang berbeda-beda.

Menurut berbagai sumber mengenai gaya belajar yang pernah ane baca, ane bisa jadi di antara tipe belajar visual dan auditori. Ane bisa dibilang memiliki ingatan jangka pendek yang parah. Gelas yang ane simpan setelah minum, bisa lupa 5 menit kemudian. Selain itu, ane sulit mencerna materi-materi asing yang masuk ke otak ane. Misalnya materi Matematika Diskrit yang pernah nyasar waktu kelas 10. Kalo di sekolah ane, salah satu bagiannya jadi mata pelajaran sendiri, Digital. Jangan tanya ane soal basis, aljabar Boole, penyederhanaan logika, Peta Karnaugh, enkripsi, dkk. Ampe sekarang ane masih belum ngerti. Kendala lainnya adalah ane termasuk orang yang mudah bosan.

Gak sengaja ane menemukan artikel mengenai cewek dan prestasi. Faktanya kebanyakan peringkat 10 besar di sekolah didominasi oleh cewek, terkecuali ane. Kok bisa? Menurut artikel tersebut, cewek secara tidak sadar menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Termasuk saat mereka sedang belajar. Berawal dari artikel itu, kenapa gak kepikiran ya? Cewek-cewek yang lain aja bisa, kenapa ane gak?

Nah, ane bakal bahas tips-tips mengakali kesulitan belajar. Sesuai dengan judulnya, beberapa cara yang ane tulis sedikit nyentrik. Sori kalo terlalu banyak curcol dan protip sebelumnya.

Berimajinasilah segila mungkin

Untuk orang dengan dominasi otak kanan itu bukanlah masalah. Tapi bagaimana bagi orang dengan dominasi otak kiri? Hidupkan kembali imajinasimu seperti waktu kecil dulu. Guru ane pernah bilang,

“Semakin gila imajinasi ente, semakin mudah diingat”

Ane pernah diketawain gara-gara menggambarkan RNA dengan chuunibyou. Imajinasi gila gak pernah kenal batas usia selama ente menghidupkannya. Dalam pembelajaran, teknik ini termasuk dalam teknik asosiasi atau menyangkutkan sesuatu dengan hal-hal lain. Kaitkan segala sesuatu dengan hal-hal menyenangkan yang ente ketahui. Contohnya grafik kosinus diibaratkan sebagai arena bermain skateboard atau hukum Lenz itu … sensor karena materi dewasa.

Corat-coret buku pegangan atau catatan milikmu juga gak masalah. Buku catatan ane aja terbilang agak aneh dibandingkan murid-murid lain. Kalo ente baca, isinya memang ngakak. Ane sering menambahkan gambar-gambar sederhana nan konyol yang masih berkaitan dengan mata pelajaran itu. Misalnya, saat ane baru belajar bilangan kuantum dan aturan Aufbau, ane buat cerita tentang bikin rumah dengan tokoh si Botak ndeso.

Cara itu terbilang efektif dan menyenangkan. Ente gak bakal merasa pelajaran berat itu terasa berat. Adanya hal itu bisa memancing motivasi ente untuk belajar. Malah ente dapat mengalahkan temen ente yang jauh lebih pintar dari ente lebih cepat dari yang ente bayangkan.

 

Berilah kesan atau perasaan pada materi itu

Ini ane kutip dari salah satu situs pelajaran ternama. Kenapa harus memberi kesan? Karena kesan dapat membuat sesuatu lebih menancap lebih kuat pada diri ente. Kesan yang ente tanamkan bisa baik atau buruk.

Ini adalah teknik untuk merangsang ane belajar Matematika. Anggap saja seperti permainan di tempat-tempat seperti Timezone. Di otak ane, ane sengaja memberi kesan jika Matematika itu adalah sebuah game yang sesulit I Wanna Be The Guy dengan berkali-kali continue. Kedengarannya menantang ‘kan? Sesulit apapun soal yang ane hadapi, ane gak merasa frustasi karena ane gak bisa. Malah ane semakin tertantang seperti halnya bermain game. Akhirnya, ane bercita-cita menjadi pembuat game indie ala doujin di Jepang *gubrak*.

Setiap orang memberi kesan dengan beragam cara. Ada yang dengan menyelidiki asal-usulnya, seperti pada soal-soal Fisika yang satu rumus saja bisa nyangkut ke mana-mana kalo ente nyadar. Ada yang memberi kesan dengan pengalaman yang pernah dialami oleh ente sebelumnya. Contohnya, waktu itu ane ikut ulangan AWT Java dengan logo Laruku lalu ditertawai satu kelas. Gara-gara itu ane inget skrip apa aja yang musti diperintahkan pada selingkuhanku komputer untuk membuat Laruku smile.

x_x
liat ini asa inget Java ama almarhum….

Kesan + imajinasi = cetar membahenol badai kameha-meha. Ditambah porsi latihan cukup dan doa, hasilnya jauh lebih cetar lagi.

 

Jangan gengsi mengerjakan soal SD

Ide ini keinspirasi dari teknik belajar di Kumon. Mereka belajar dari hal-hal yang sangat dasar sebelum mengerjakan soal-soal sulit. Kebanyakan orang pengen enaknya tapi gak mau usaha dari awal. Termasuk ane juga sih. Mereka langsung loncat materi lebih tinggi padahal materi dasar aja belum dikuasai dengan baik. Bagaimana mo bisa nilai Kalkulus bagus gimana kalo aritmetika dan pelajaran prakalkulus lainnya masih bernilai tangga nada pentatonis? Pantes aja ada dosen mengeluhkan daya pikir mahasiswa baru sekarang yang rendah. Itulah yang ane baca dari surat kabar lho.

Kenapa ane memilih judul dengan embel-embel anak SD? Kenapa gak TK sekalian? Materi di TK adalah materi bersenang-senang, sementara materi di SD adalah dasar dari semua materi di SMP, SMA, dan bangku kuliah nanti. Sebenarnya semakin naik tingkatan kelas, makin dalam materi yang dipelajari. Itu pun kalo ente nyadar. Contohnya Biologi. Materinya memang sama di setiap jenjang pendidikan. Bedanya, setiap naik jenjang pendidikan, materi semakin diperdalam. Materi SD juga bersifat umum, gak heran sering terdengar idiom “masa kalah ama anak kecil (SD)” ato “anak SD aja bisa” di tengah-tengah masyarakat.

Materi anak SD juga dijelaskan dengan bahasa sederhana. Ini bagus untuk orang-orang yang ingin belajar dari dasar banget *lebai*. Emak ane juga pernah bilang, “Malah bakal ngerti kalo dijelasin pake bahasa anak SD.” Apa yang dijelaskan dengan sederhana lebih mudah tersampaikan oleh penerima. Orang awam bisa mengerti dengan perkataan profesor jika mereka berbicara dengan bahasa sederhana.

Soal SD dapat menyegarkan kembali ingatan dan memperkuat dasar pemahaman ente. Apalagi denger-denger materi SD sekarang terbilang sulit. Cobain tuh, sekalian menantang diri ente apakah ente bisa mengerjakannya atau tidak. Kalo soal SD aja bisa, soal kuliah atau olimpiade sekalipun bisa diselesaikan dengan mudah. Asalkan ente jangan terlalu meremehkan soal dan rajin berlatih.

 

Berlatihlah dengan cara yang lain dari kebiasaan ente

Kenapa? Kenapa ane menyarankan hal itu? Ente bakal menemukan hal-hal tak terduga. Ato kata Bu Linda mah ada “cling”. Ente bisa menemukan gaya belajar ente, kelebihan ente yang gak disadari, cara cepat mengerjakan soal, tidak cepat bosan, dan bisa membuat ente lebih nyaman dalam belajar.

Seneng belajar sambil menyendiri? Di kamar sudah terlalu pasaran. Sesekali ubah sedikit latihanmu, seperti mengubah suasananya. Coba deh sesekali belajar sendiri di taman. Apalagi di bawah pohon rindang sambil liatin kecengan cakep yang hilir mudik di depan ente. Udah, kalo ane terusin alinea ini bakalan ngawur.

Selain itu ente bisa mengetahui gaya belajar mana yang enak buat ente. Sebenarnya sih lebih bagus kalo ente terapkan gaya belajar ente yang baru sesuai dengan tipe ente. Ane bakal kasih sedikit pengalaman ane pelajari “uler-uler Sanae pemberian nyonya Kanako”. Ane belajar dengan teknik asosiasi dan visual dalam mempelajarinya, beda saat masih SMK dulu. Hasilnya jauh lebih menyenangkan. Malah hampir semua materi yang ane pelajari sekarang pake teknik cantol dan pake perasaan di dalamnya.

Semua teknik belajar itu gimana enaknya ente sih. Apapun tekniknya yang penting belajar terus dan selamat berprestasi ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s