Menata Rias Tulisan

Menata rias tulisan? Ane gak tahu terjemahan yang paling mendekati dari typesetting, jadi ane pake istilah orang fansub aja. Penata rias *emangnya tukang dandanin orang toh?*. Kalo penata letak tulisan bisa juga dipake. Tapi ane gak pake itu buat judul. Biar irit string *gubrak*

Menata rias tulisan adalah pekerjaan gampang tapi praktiknya susah. Contoh sederhananya adalah gambar sampul yang sempat ane gunakan dalam laman Facebook pribadi ane.

geje banget
Geje banget ya? Daripada kasih foto ane ntar pada kabur :p

Maafkan ane karena penggunaan bahasa Inggris yang mungkin salah atau pemilihan warna yang tidak sesuai. Kenapa ane berpendapat demikian? Akan ane jelaskan pada alinea-alinea selanjutnya.

Tak kenal maka tak sayang, itulah pepatah klasik yang sangat berguna dalam kehidupan. Jika ingin mahir dalam suatu bidang, ente harus kenal betul bidang yang akan ente geluti itu. Sebelum menata rias font alias tulisan, ente musti kenalan dulu ama typeface. Apaan tuh? *dengan gaya khas Ayah Jaja Miharja*

sumber : pikiran-rakyat.com
sumber : pikiran-rakyat.com

kalo udah ngomong kata sakti itu, pasti mukanya kayak gini

Nih ane kasih contohnya. Pernah diledek tulisan “cakar ayam” gak? Bukannya ane bermaksud meledek ente, toh ane juga pernah merasakan gimana rasanya tulisan ane diledek. Tahu font Arial? Tulisan itu seperti tulisan sejuta umat di komputer selain Times New Roman. Emang alm. K.H. Zainuddin M.Z. aja yang punya sejuta umat? Nah, kasarnya typeface itu adalah tampilan dari tulisan itu. Entah itu cakar ayam atau Arial seperti yang ane contohkan.
Berdasarkan materi yang ane telusuri, kebanyakan orang masih ketuker mengenai (pake bahasa Indonesia aja ya biar ngerti) tulisan dan jenis tulisan. Inget, font itu berkaitan dengan tulisan. Mau

segede gaban

ato

sekecil semut,

cetak tebal, miring, digarisbawahi, dicoret, hingga memiliki bentuk khas yang membedakan tulisan itu dengan tulisan lain. Contohnya tulisan Arab dengan Latin. Kalo typeface itu berkaitan dengan tampilan si tulisan itu. Contohnya tulisan cakar ayam, Arial, Arab Gundul, Arab Pegon, Arab Melayu, dll. Selain itu, berdasarkan contoh yang ane berikan, font memiliki sifat yang lebih spesifik dibandingkan dengan typeface. Masih menggunakan contoh tulisan cakar ayam dan Arial.

tulisan cakar ayam, Arial : typeface

tulisan cakar ayam segede cacing kepanasan, Arial 10 pt : font

Masih belum ngerti dengan penjelasan ane? Banyak kok referensi di luar sana, baik dalam buku maupun artikel di dunia maya, yang menjelaskan perbedaan keduanya secara rinci dan lebih mudah dipahami.

Setelah mengenal font dan typeface, kini kenalan dengan jenis-jenis font. Ketika mengetik kata font saja di mesin pencari, gile dah ampe puluhan ribu jenis font yang tercatat. Anda bingung? Sama saya juga. *kok kayak acara Uya Kuya ya?* Tapi jangan khawatir, sebenarnya tipe font itu gak sebanyak itu kok. Jika ente mengetahui jenis font yang akan ente cari, malah ente lebih gampang untuk mencarinya. Berdasarkan cara penulisannya, font terbagi menjadi beberapa jenis. Ane cuman kasih sedikit informasi singkatnya saja. Jika ente tertarik, ente bisa mencari informasinya lebih lanjut kok.

Serif

Singkatnya, tipe serif adalah tipe font yang kaku, jadul, kesannya formal seperti halnya skripsi dan tugas akhir, dan ada pengait di ujung hurufnya. Lho, kenapa kesannya jadul? Diduga tipe font ini bermula dari prasasti berbahasa Latin pada zaman Romawi kuno. Tipe font ini biasa dipakai dalam media cetak agar mudah dibaca. Contoh font jenis ini adalah Times New Roman.

serif-sans-serif
sumber : tcd.ie

ini dia pengait yang ane maksud, lihat yang diberi bulatan merah

Sans Serif

Berdasarkan dari arti katanya, sans serif berarti “tanpa serif”. Kata ini sendiri diambil dari bahasa Prancis. Singkatnya, tipe ini adalah tipe font yang terkesan modern, santai, tampilan sederhana namun memikat, dan tidak ada pengait. Biasanya tipe font seperti ini dipakai dalam desain. Entah itu untuk poster, situs web, tampilan takarir (subtitle), hingga tulisan yang digunakan pada sistem operasi yang ente pakai. Contoh dari tulisan ini adalah Arial.

Sebenarnya masih banyak tipe-tipe font. Tapi karena sering dipakai, ane cuman membahas kedua ini saja. Sebelum ane membahas mengenai typesetting, ada baiknya kenalan sama yang satu ini. Font family, apa ente pernah mendengar ini sebelumnya?

Font family adalah keluarga font! Anak SD juga tau ini apaan -.-

Jika ente pernah main CSS, ente pasti nemuin satu perintah yang bisa manggil keluarga font itu. Kasarnya font family itu emang keluarga font. Memiliki ciri hampir serupa tapi tak sama. Seperti halnya ente dan ortu ente yang gak 100% mirip. Contohnya, ane comot dikit font family dari skrip CSS yang ada(soalnya yang kepake font itu-itu mulu).

Arial, Helvetica, sans-serif (aslinya ada 3 cuman ane lupa yang satu lagi apa)

Udah beres kenalan? Siap mendandani! Tapi *penonton kecewa* ada pakemnya. Sebenarnya sih trik biar hasil dandanannya memuaskan

Tentukan tema

Jadi inget pas sekolah dulu. Ceritanya Padmo, rekan satu ekskul ane, diminta buat poster promosi lomba di sekolah. Jujur, ane ngakak gara-gara dia pake font tipe script ala walimatul ursy (baca : undangan kawinan)

Kenapa tentuin tema itu penting? Agar ente kagak mengulangi kesalahan fatal Padmo yang ane ceritain. Ingat, beda font beda kesan yang ditimbulkan di benak si pembaca.

Dicetak ato gak

Ane udah kasih tahu di bagian perbedaan jenis font. Biasanya untuk media cetak menggunakan font serif. Bisa juga pake sans serif buat dicetak asalkan jelas dibaca. Ada beberapa font sans serif yang huruf “I” dan “l” nyaris tak bisa dibedakan. Kalo mo pake, waspadalah! Waspadalah!

Nah, untuk hal-hal yang tidak dicetak seperti tampilan antarmuka aplikasi atau takarir, biasanya memakai tipe font sans serif. Tipe font ini jelas terbaca pada layar.

Perhatikan ukuran font

Ini dia yang bikin typesetting sederhana jadi rumit. Ketebalan font bervariasi seperti halnya ujung drawing pen. Itu lho angka di atas tutupnya. Kadang hal itu dapat menyulitkan orang untuk membaca tulisan itu jika ente salah pilih font. Untuk mengatasi hal itu ente bisa menebalkan kata atau mengganti tipe font berbeda dengan typeface yang diinginkan. Jika ente unduh font paket komplit malah lebih enak. Minimal paket komplit ada tipe font regular,bold, dan italic yang terpasang di komputer ente. Kok tahu? Cek aja koleksi font yang ente miliki dengan aplikasi pengolah kata (notepad juga bisa) atau menggunakan aplikasi seperti Bitstream Navigator (bawaan sotosop, gak tau apa ada di sotosop terbaru ato gak)

Sekian tulisan ane. Kalo menurut ente terlalu protip, sebenarnya ane cuman merangkum semua tentang font, typeface, dan typesetting yang terbilang banyak juga. Minimal bermanfaat jadi bungkus gorengan.

sumber : dirangkum dari beberapa sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s