SPP, Penting atau Tidak

Ini terusannya dari tulisan mengenai pemantapan. Tapi ini lebih luas lagi, SPP. Kata kakakku, sebenarnya sekolah itu memang tidak boleh mengambil penarikan dana dari siswa tapi ada pengecualiannya, untuk sekolah swasta. Ada peraturan pemerintah yang mengatur tentang SPP, DSP, dan kawan-kawannya tapi aku lupa lagi. Kalau tidak salah peraturan itu baru berlaku pada tahun 2009. memang sekolah gratis, tapi ruginya bagi pihak guru terutama yang ada di bagian kurikulum. Ada seorang guru senior yang merupakan otak dari ruang kurikulum di sekolah. Beliau pernah cerita kalau orang-orang di sana harus berpikir dua kali soal masalah biaya, terutama untuk latihan ujian. Begini salah, begitu pun salah. Kalau menarik biaya dari masyarakat, malah dipanggil pihak Kejaksaan atau Depdiknas. Tapi kalau tidak ada latihan ujian, kasihan mereka yang mau lulus sebentar lagi. Materi yang akan diujikan bisa-bisa membuat mereka kaget dan lulus dengan nilai yang kurang memuaskan. Mereka sedih, guru dan orang tua mereka juga sedih. Ada hal yang lucu. Setiap bulan BOS nominalnya turun terus bahkan penurunannya ekstrim sampai setengahnya. BOS baru efektif jika SPP ditiadakan, itu menurut kakakku. Tapi masalahnya, kalau semua sekolah diberi biaya BOS dan “orang dalamnya” yang kurang ajar, kapan program Wajib Belajar bisa menjangkau semua lapisan masyarakat? Aduh, pusing. Mendingan belajar saja yang baik dan berdoa agar dapat beasiswa, amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s