Hidup kok Dibikin Ribet?

Pas tadi di sekolah, iseng nanya pertanyaan ini ke guru.

“Bu, kenapa kok aturannya harus dibikin ribet?”

Memang sih bagi orang lain itu pertanyaan retoris, tapi bagi saya sampai sekarang belum terpecahkan masalah itu. Diibaratkan mengerjakan soal Matematika, saya mengerjakan sebuah persamaan sederhana dalam beberapa baris dan orang lain hanya satu baris dengan soal dan tingkat kesulitan yang sama. Begitu pula tentang perizinan, materi yang baru saya pelajari tadi. Tujuannya sederhana, memperoleh izin, tapi caranya kok rumit. Sama seperti cara yang saya pakai dalam menyelesaikan persamaan tersebut.

Hidup ngapain dibikin ribet? Bukan kata saya lho, itu inti dari poster iklan rokok yang saya lihat di jalan tadi. Kenapa ribet? Apa untuk memperlama waktu? Atau itu hanya warisan penjajah agar bangsa kita berpikiran njelimet. Waktu itu saya ke kantor kelurahan mau mengurus KTP sendiri. Persyaratan sudah ada dan lengkap eh dioper-oper sana-sini. Mirip bola yang dioper dari satu pemain ke pemain yang lain. Sampai sekarang pun saya tidak punya KTP, alias kapan jadinya,  meskipun sudah cukup umur. Pantas saja banyak mafia dan calo merajalela karena sistem yang njelimet itu.

Sekarang kan sudah zaman serba komputerisasi, mestinya waktu yang diperlukan untuk mengurus sebuah KTP saja bisa dilakukan secara singkat. Komputer itu digunakan untuk mempermudah pekerjaan bukan untuk lahan “bisnis”. Katanya sih, denger dari teman saya yang juga lagi bikin KTP, sekarang bikin KTP bisa online lewat internet. Kalau dipikir-pikir, ngapain juga mengurus sendiri ke kantor kelurahan yang dioper sana oper sini tahunya duit tekor mending sistem online. Ngapain juga kalo ribet ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s