Cayo komik kita!

Komik kita sudah tidur lama sekali. Baru-baru ini, ane sebagai pecinta sama pengarang komik mulai melihat komik buatan anak negeri ada di toko buku maupaun di pedagang koran dan majalah emperan. Tapi jumlahnya masih sedikit dan belum banyak mendominasi di negeri kita.

Sebelum zaman komik Flash Gordon dkk. ( entah apa ane belum lahir, ya!), komik Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri seperi layaknya film-film pada masa kini. Tapi sayang, sejak komik asing banyak masuk ke negeri kita sendiri, komik kita mulai tidur dan berharap terbangun seperti dongeng putri tidur. Kita itu seharusnya bangkit dan membuat komik kita seperti era komik Mahabharata dulu. Banyak komikus kita yang melahirkan karya yang bagus-bagus. Hanya sayang kita kalah bersaing dengan komik asing yang hampir menguasai pangsa pasar komik kita ini. Apa alasannya. Ada seorang mahasiswa suatu perguruan tinggi pernah berkata, komik kita ini kebanyakan hanya terjadi karena imajinasi dan khayalan semata tanpa riset atau pembuktian secara lanjut. Menurutku gak selalu. Terkadang ada juga penulis yang menuangkan cerita kehidupan sehari-harinya lewat komik.

Misalnya komik Sugar. Pernah aku baca halaman terakhirnya kalau si pengarangnya itu rela pergi ke Jerman, tempat latar belakang komik itu, untuk mengetahui keadaan di Jerman yang sebenarnya. Banyak hal yang unik terdapat di sana dan ia tuangkan dalam komiknya. Ini hal yang bagus menurutku. Tapi imajinasi juga perlu, kan?

Saat ini banyak sekali komikus lokal yang mempublikasikan karyanya, baik dibukukan atau menjadi sebuah komik strip di media cetak. Orang tua kita dulu lebih mengenal komik buatan negeri sendiri daripada komik asing. Memang bagus kalau menyukai komik karya komikus asing tapi alangkah lebih baiknya kalau kita menyukai komik dalam negeri bukan. Tahun ini tepat dengan 100 tahun kebangkitan nasional, jadi apa salahnya para komikus kita bangkit kembali dan menjadi raja di negeri sendiri. Hidup komik Indonesia!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s