Arti Kejujuran

Ini adalah sepenggal dari potret kelam pendidikan di Tanah Air. Di mana semua itu terjadi dan terus pula terjadi. Di mana akhlak tergoyahkan oleh hawa nafsu sesaat dan juga keadilan terkalahkan oleh selembar uang. Melihat hal ini membuatku berpikir, itulah kenapa Indonesia selalu masuk negara terkorup di duniat.

Inilah sebuah fakta yang telah terbukti dan sudah teruji sejak zaman dahulu. Hal tersebut menyatakan bahwa manusia tidak akan merasa puas akan hasil yang diraihnya. Berawal dari hal kecil, mencontek hingga merembet ke kasus yang lebih besar lagi, korupsi. Sejak kecil mereka sudah tahu kelicikan, dusta, dan hal kotor lainnya. Padahal di rumah orang tua mereka tidak mengajari mereka hal-hal tersebut. Entah bagaimana hal itu bisa merasuk ke dalam otak mereka dan lebih parahnya lagi memasuki alam bawah sadar mereka.

Pertanyaan yang sesuai dengan kejadian ini, Mengapa? Bla…bla…bla…bla…bla…bla…bli…blu…ble…blo… begini…begitu… dan sebagainya yang biasa terlontar dari mulut para orang tua murid. Pada UN tahun lalu, di sebuah stasiun televisi swasta ditayangkan bagaimana murid-murid itu “membuat malu orang tua mereka” dengan menunggu kunci jawaban UN dan wajah mereka terpampang di dalamnya. Hingga sekarang masih diusut oleh pihak kepolisian dan barangkali status mereka sama seperti BURONAN. Belum lagi pada waktu UN ulangan beberapa waktu yang lalu, seorang murid “dengan tenangnya” bertanya pada teman saat pengawas sedang ada di ruangan? Apakah ini arti dari “sebuah nilai di atas rata-rata yang terpampang pada ijazah” ?

Nasib yang miris dialami temanku sendiri. Dia anaknya baik, sholeh, pintar, dan selalu menjadi bintang kelas. Tapi, ia harus terpinggirkan oleh “nilai-nilai instan” para oknum siswa yang tidak bermoral itu. Ia tidak bisa memasuki sekolah idamannya karena hal itu. Dia mengerjakan UN dengan penuh percaya diri dan berusaha dengan keras. Tapi akhirnya ia bangga, karena nilainya tersebut memuaskan dan didapatkannya dengan susah payah. Ketika PSB dibuka, ia dan orangtuanya pun pasrah tidak mendaftarkannya di sekolah yang ia inginkan karena passing grade-nya kurang.

Inikah arti nilai besar itu? Mana tanggung jawab mereka? Di mana hati nurani mereka melihat banyak orang menjadi korban atas kebiadaban mereka itu? Tetapi di perguruan tinggi atau dunia kerja nilai besar tidak menjamin mereka akan bisa bertahan. Apakah mereka yang curang itu bisa bertahan? Entahlah, semoga Tuhan menyadarkan mereka akan apa arti kejujuran dan kerja keras yang sebenarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s