Jungkir Balik Dunia Kita

Kau tahu kan cookies “Jungkir Balik Dunia Sissy” yang dibintangi oleh Putri Titian itu kan? Begitulah yang terjadi di sini. Menurutku negara ini mulai jungkir balik dan nyaris tak bisa balik lagi. Seperti yang pernah dikatakan para musisi dalam syairnya. Pas kemarin, ane liat di berita kalau DPRD ricuh lagi, cuman gara-gara hal sepele di Jawa Timur. Masa gara-gara aliran “Partai Kambing Bodor”-nya beda, malah sewot gitu dan langsung ke luar dari ruangan sidang. Dasar anggota DPRD mah istilahna teh -Nasteung- terus jol we ka luar sidang. Masa dewan rakyat pengecut begitu sih.

Kata pacar kakak ane kalau kepulauan seribu mau diadakan kasino (Haah?! Setahu ane kalau buat kasino itu hanya diperbolehkan di Macau, China saja) sama Menkokesra itu tuh! Tapi kenapa kok korban Lumpur Lapindo makin sengsara padahal kan sudah dibantu sama Pemerintah. Belum lagi krisis akibat naiknya harga barang pokok karena BBM naik itu. Makin berat penderitaan mereka.

Kata Bu Guru, kalau pajak itu bisa berfungsi sebagai alat pemerataan sosial. Kenyataannya malah terbalik. Pajak dikorupsi pihak-pihak tertentu dan sementara itu rakyat miskin tidak dapat menerima hasil pembangunan dari pajak itu sendiri. Jalan-jalan berlubang, lampu lalu-lintas banyak yang nyaris padam, sekolah-sekolah banyak yang nyaris rubuh, dan lain-lain. Kalau pajak dikorupsi terus, apa kata dunia?

Yang lebih lucu adalah program konversi minyak tanah ke gas. Pernah ci Emak dapet selebaran dari kelurahan tentang pembagian kompor gas gratis. Sudah tahu rata-rata keluarga di sana mampu e…., malah dikasih. Ci Emak pun gak mengisi karena alasan masih mampu. Padahal, di belakang komplek perumahan itu banyak sekali para orang yang tidak mampu dan kehidupannya nyaris memprihatinkan. Dulu sering lewat jalan kampung naik sepeda, rumah-rumahnya rata-rata sempit, kumuh, dan bau kerena banyak entok mengeluarkan sesuatu yang “fresh from the oven” itu. Kenapa yang tinggal di belakang komplek dikasih saja ya? Apa Lurahnya itu………………..oon?

Sekarang masalah adik ane yang nyaris oon gara-gara kurikulum sekarang. Memang sih bagus cuman kasihan sama dia. Masa anak kelas satu SD sudah diajari penghitungan waktu yang seharusnya diajarkan kelas tiga SD. Bahkan adikku ini pernah mengaku kalau dia diajari perkalian. Apa gak salah tuh? Kalau kurikulum yang kayak begitu diajarkan pada anak autis, bisa-bisa mereka jadi pusing kayak adik ane yang normal. Terus ane yang gak bisa menagkap pelajaran di kelas. Sakiung tidak bisanya, ane sering tidur di kelas, migrain, stress, dan ini yang dialami oleh temanku, pitak karena terlalu stress. Untung saja pelajaran kelas 8 masih banyak yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Betenya lagi, ane gak bisa pakai buku bekas kakakku lagi dan setiap tahun harus beli buku. Bukannya batas penggunaan buku itu selama 5 tahun? Tapi kok setiap tahun harus ganti lagi ya? Perasaan ada program BOS buku, tapi cuman sedikit. Kalau saja dananya tidak dikorupsi jadi semua buku mata pelajaran kena BOS, tidak hanya pelajaran tertentu saja. Apa ini siasat penerbit untuk memonopoli buku di sekolah?

Inilah cerita tentang kehidupan di negara ini yang jungkir balik. Kapan ya negara ini tidak “nungging” lagi dan bisa maju ya?

Iklan

One thought on “Jungkir Balik Dunia Kita

  1. Yah… semoga aja bisa “berdiri” lagi. Ya.. kita juga kan gak tau apa-apa tentang pemerintahan… Tapi emang gitu kenyataannya. Kita sebagai generasi muda yang nantinya jadi pemimpin kan?? Yah… setidaknya kita mencoba untuk memperbaiki sikap masing-masing dulu. Okeh???!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s