Desa Sito : Tanggal Tua

Tanggal tua, tanggal yang dibenci oleh para karyawan termasuk aku. Bagaimana tidak, toh gaji udah mulai abis pas akhir bulan. Gak heran kenapa tiap akhir bulan disebut tanggal tua. Orang-orang keburu stres kayak orang tua gara-gara bokek.
Bicara soal tanggal tua, rasanya sulit ke luar dari jerat syaithanirrajim itu. Baru tengah bulan duitnya udah abis. Abis itu memble nunggu gajian. Sebaiknya nanya Dena aja deh. Orang bank pasti ngerti soal duit.

Bicara soal Dena, dia itu anak Pak Kades juga. Beda ama Reina yang suka ngacir ke mama aja sesuka hati, Dena tergolong anak rumahan sepertiku. Orangnya sih lumayan dan senasib pula, sama-sama punya adik gendeng.

“Liso jagain rumah, awas kalo bakwannya diabisin. Itu pesenan orang.”

“Siap masbro!” begitulah Liso. Usia cuman beda tiga bulan tapi sering manggil “masbro”. Rumah Pak Kades berada di belakang Kantor Desa. Gak gede sih, tipe 45 posisi di ujung jalan. Kata orang zaman sekarang sih rumah model hook. Perasaan hook itu nama bajak laut, kok jadi tipe rumah? Rumahnya baru direnovasi bergaya “minimalis”. Iya sih emang keren tapi biayanya gak seminimal namanya. Rumah Pak Kades terbuka untuk siapapun kecuali sales keliling. Eh di zaman serba home shopping gini, emang masih ada sales tarik-tarik koper gede warna mencolok di jalan ya?

“Assalamu ‘alaikum! Dena!”

“Wa ‘alaikum salam! Bentar!” keliatan dari jendela Dena lagi buka pintu. Sebenarnya sih kepangnya doang yang keliatan. Toh cuman Dena aja yang rambutnya dikepang di rumah ini. Dena mempersilakanku masuk dan … masya Allah! Kenapa ada sundel bolong nongol pas siang-siang? Bukannya tar malem mo ajojing ama bang Bokir? Apa jangan-jangan rumah Pak Kades itu tempat syuting Super Trap? Baru masuk aja udah jantungan. Gimana dengan Ribo yang hampir tiap hari main ke sini? Awas kalo ada kamera tersembunyi. Siap-siap aja dikasih salam jari tengah.

“Den, itu sundel bolong asli ato boongan? Kenapa ditaro di depan pintu? Gimana kalo ntar ada orang jantungan masuk terus berpulang ke rahmatullah?”

“Kayaknya itu tugas sekolah Reina deh. Dari kemarin, Reina ama Ribo kerja kelompok di sini. Aku juga gak tahu ini kostum ato bukan. Pas pulang dari pasar aku kaget tiba-tiba ada itu di dekat pintu.”

Mereka berdua kayaknya sudah berjodoh. Apa mungkin tulang rusuk Ribo ada yang nyasar di Reina? Tapi itu bisa membunuh orang jantungan seketika. Jika dilihat dari jauh dan dalam keadaan gelap, itu terlihat jauh lebih menyeramkan.

Dena membawakan minum ke ruang tamu.

“Tumben Mito main ke rumah. Ada perlu apa?”

“Den, akhir-akhir ini aku pusing ngatur duit. Banyak hutang tapi gaji sama uang kiriman dari Arab terbilang kurang. Belum lagi harus sediain uang cadangan dan uang sekolah.”

“Kenapa nanya sama Dena? Bukannya orang ekonomi lebih tahu daripada orang astronomi?”

“Bukan ekonomi, Den. Perbankan syariah. Lagipula kau ini orang bank dan perempuan. Kata dosenku perempuan itu adalah pengatur keuangan terbaik di dunia.”

“Ah, masa?” tanya Dena seakan tidak percaya. Aku berusaha meyakinkan Dena untuk mengatasi masalah keuangan, khususnya cicilan motor yang semakin parah. Sudah genap empat bulan aku menunggak dan pihak pembayaran motor mengancam akan menyita motorku jika tidak segera dilunasi. Uangku selalu saja habis untuk biaya ganti rugi barang-barang yang dirusak oleh Ribo dan keperluan dadakan. Belum ditambah hutang lain yang kumiliki.

“Jadi ini masalah hutang?”

“Bapak memang menggadaikan cincin pernikahan untuk uang pangkal Ribo dan aku harus membayar bunganya setiap bulan hingga lunas. Rumah tinggal empat kali cicilan lagi baru lunas. Selain itu ada cicilan motor,” Dena terperangah. Saat itu ia sedang naik pangkat menjadi customer service bank.

“Masya Allah, hutangnya banyak sekali.”

“Itu dia masalahnya, Den. Bagaimana bisa aku mengatur uangku jika hutangnya sebanyak itu?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s