Desa Sito : Ribo Gendeng

Aku puyeng urus cah bagus-ku yang satu ini, Ribo si kribo. Bapak dan Ibu selalu kirim pesan dari Arab, jaga Ribo baik-baik. Tapi akhir-akhir ini … sudahlah.

Ribo memang aneh. Aneh banget. Perasaan orang di rumah gak ada yang keriting. Rambutnya memang asli dari sononya gitu. Gak dikeriting ato sengaja keriting ala Rasta. Kalo nyengir sama lebar kayak mbah Surip. Nyelenehnya pun sama. Dia satu-satunya orang yang bisa ngerti bahasa Reina, anak pak kades. Reina bukanlah gadis tuna rungu yang butuh penerjemah. Tepatnya kalo ngomong ama dia kayak ngomong ama alien. Cuman Ribo aja yang paham betul bahasa Reina. Lha wong sama gendengnya.

“Ayo kita menjelajahi dunia gunung Prote!” seru Reina yang diindikasikan masih mengidap chuunibyou itu. “Aku adalah ratu gunung Prote,” itulah ciri khasnya. Dengan pose khas Suzanna di setiap film disilangkan dengan gejala chuunibyou. Ribo mangut-mangut aja mendengar perkataan Reina. Mereka sepertinya berasal dari alam lain.

“Ayo cari batu!”

“Ayo ke gunung Prote!”

Ribo dan Reina masih duduk di kelas 2 SMA. Keduanya sekelas dan satu bangku pula. Gak heran kalo mereka ibarat Wiro Sableng dan Sinto Gendeng. Untung aja si Ribo keluar. Baguslah aku gak dimarahi Pak Robert lagi.

“Mito! Lagi ada di dalam?” dari wanginya itu seperti bakwan. Jadi ingat bakwan buatan ibu saat bulan puasa kemarin. Suara lembut itu pasti Rere, tetanggaku yang juga teman semasa kecil. Masih asisten dokter forensik yang magang di kepolisian. Usianya gak beda jauh tapi ia lulus lebih dulu. Rere memang ikut kelas akselerasi. Orangnya cantik dan sejak kecil bercita-cita ingin menjadi dokter. Meski dokter forensik, tapi gak keliatan dia bosen ato gimana.

“Denger-denger ada yang suka bala-bala nih. Tadi gorengnya kebanyakan jadi dikasih aja ke Mito.”

Rere tahu persis kesukaanku. Bakwan. Ia lebih sering menyebutnya dengan bala-bala. Maklum lidah orang Jawa sedikit berbeda. Penasaran dengan bala-bala eh bakwan buatan Rere. Lumayan juga. Gak kalah enak dengan buatan ibu.

“Gimana? Enak ‘kan?”

Jauh lebih baik daripada terus ngedumel lihatin tingkah Ribo. Kira-kira apa dia mengacau lagi di gunung Prote?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s