Bolang

Masih seperti Desa Sito, awal mula proyek ini gara-gara gak bisa mengejar materi pelajaran. Bedanya kalo Desa Sito tentang Mikrobiologi dan Sel ditulis dengan gaya cerita. Awal mula gambar ini dibuat gara-gara mabok Kalkulus. Maklumlah, lama menjadi hikikomori membuat ane seakan amnesia ama materi sekolah. Materi yang ditampilkan gak terpaku pada Kalkulus. Semua ane buat dari sketsa gak jelas di buku catatan ato binder ane sewaktu lagi ngampus. Ane gak tahu semua karakternya masuk ke SD ato chibi, soalnya gak jelas.

NB: harap maklum kalo gambarnya masih amatir, pembuatnya aja seorang calon pemrogram lurus yang mendadak nyasar jadi ilustrator.

Pengenalan tokoh

Bolang

Idenya bukan karena acara si Bolang di televisi, melainkan itu singkatan. BOtak boLenANG, alias botak plontos kalo menurut bahasa Jawa. Eh dari bahasa Jawa ato Sunda ya? Ane lupa. Tokohnya memang identik dengan kepala botak dan menurut data karakter yang ada di buku catatan Kalkulus ane, dia itu tergolong katro dengan canggihnya ilmu.

botak-bolenang
gambar Bolang versi utuh

 

Limit

Jelaslah mendengar kata ini teringat apa, Kalkulus. Udah dibilang ane dapet ide ini gara-gara mentok di Kalkulus. Materi awalnya pasti ketemu Limit kalo mulai dari prakalkulus. Sebenarnya karakter Limit adalah pun. Limit secara literal berarti batas. Itulah kenapa ane gambarin dia jadi tukang bangunan. *apa hubungannya coba -.-?* Ia mudah dikenali dengan topi pengaman ala pekerja proyek bangunan.

limit-si-tukang-bangunan
Limit tanpa topi pekerja proyek

 

Pak Bokin

Seperti Bolang, nama beliau memang bermula dari singkatan. BOtak KINclong, kepalanya memang digambarkan setengah botak licin hingga dapat memantulkan sinar matahari. Idenya gak jauh dari Pak Dindin, guru Matematika SMP ane yang greget.

guru-botak-kinclong
Pak Bokin yang gak tahu nama aslinya

 

Pascal

Digambarkan seperti pria dari abad pertengahan. Gak heran kalo rambutnya keriting kayak pake wig terus pegang kipas. Hobinya sering bilang “ho-ho-ho” dan gak suka kalah main poker.

 

Radien

Sebenarnya ini crossover dari ama cerita ane yang satu lagi, Proyek Altalea. Diceritakan seorang pedagang daging segar yang sering “diculik tiba-tiba” ketika sedang berdagang di pasar. Sering muncul kalo lagi cerita soal Turunan atau Diferensial.

diferensial-rata-rata
Radien versi SD, sumber: buku catatan Kalkulus ane

 

Ibu Oon

Tetangga Bolang yang juga seorang pedagang di pasar. Sering terlihat pusing tujuh keliling gara-gara anaknya, Popon, sering hilang dan membuat masalah.

 

Popon

Nama aslinya sih Pointer. Balita berusia sekitar lima tahun yang hobinya bikin masalah. Sebenarnya ia anak yang baik namun kadang sulit dipahami oleh orang dewasa. Ia sangat senang menyanyikan lagu Pusing Pala Barbie. Kalo ente seorang pemrogram, ente bakal ngerti maksud ane apa.

pointer-moe
Ah! Nosebleed~

Mbak Nil

Pengasuhnya Popon yang sangat ditakuti Popon. Memiliki badan tinggi besar seperti kuda nil dan galak. Popon sering menangis karena takut akan pengasuhnya itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s