Kucing dan Ane

Ini cerita nyata yang dialami ane pas SD. Ceritanya ane nginep di rumah Pakde Warso yang lama. Kan jalannya masuk ke gang tapi muat lah buat dua becak. Kan ane lagi gak ada kerjaan, jadi ane main di luar. Ada seekor anak kucing -yang sepertinya mencari ibunya- pake bahasa kucing. Ane gak ngerti tapi asal-asalan saja ngomong pake bahasa kucing.

Anak kucing: (pakai bahasa kucing) Mana ibu saya? Di mana ibu saya?

Ane: (dengan tatapan polos dan asal jawab pakai bahasa kucing) Ibu kamu di sana! (sambil menunjuk ke arah jalan yang letaknya gak jauh dari rumah Pakde)

Ci kucing kecil nan imut itu pergi ke sana mencari ibunya tapi di sana gak ada.

Anak kucing: Mana ibuku?

Ane: Di sana! (sambil menunjuk ke arah lapangan bulutangkis yang letaknya tak jauh dari sana)

Anak kucing manis tak berdosa itu mulai ke sana. Kucing itu mulai kesal gara-gara ane kibulin.

Anak kucing: Mana ibuku? Sudah dicari-cari gak ada, yang bener dong! (makinya pakai bahasa kucing tapi di balik raungan manisnya)

Ane terdiam. Terus kepikiran cara biar anak kucing itu diam dan gak bakalan nyakarin ane.

Ane: Ibumu mungkin di sebelah sana! (sambil menunjuk ke arah seberang jalan)

Anak kucing yang manis itu berhasil ane kibulin. Entahlah, ada ibunya ato gak. Kucing itu terus jalan ke arah seberang jalan. Nasib kucing itu, gak tahu. Dia dengan penuh harapan seliweran di tengah padatnya lalu lintas di jalan Gatot Subroto.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s