Palang Berwarna Merah

Ini cerita yang tidak sefrontal ekstrim tulisan temen ane di blognya. Ini adalah cerita tentang masa-masa ane di PMR dari kacamata ane sendiri. Kalo ada yang frontal, ane halusin dikit. Siapa tahu ada orang aslinya yang baca :p

Jujur aja, ane gak banyak ikut organisasi. Pas SMP cuman DKM aja dan itu pun sampai kelas 2. Pas SMK, ane iseng ikut PMR. Alasannya karena iseng. Jujur aja pas pelantikan gak tahu. Ane baru tahu pelantikannya dari Asti ama Eneng pas ngobrol di WC. Mau ikut pelantikan tapi gak bawa baju, mitela, dan gak bawa peralatan yang disuruh. Ya udah ane ekskulnya cuman ekskul jurusan aja.

Dibandingkan anak-anak cewek lain di kelas, ane terbilang rajin ikut keputrian. Ya lumayan lah biar tobat dan berubah lebih feminim.  Hingga satu ketika ane duduk di dekat Rina dan dua temannya yang baru ane ketahui belakangan. Sering ketemu di keputrian jadi sering ngobrol. Malah waktu itu dia ngajakin ikut PMR. Saat itu dia kekurangan anggota buat dapur umum. Ane bilang iya dan waktu itu ane lupa ada lomba dapur umum. Eh, emang ikut gak ikut pelantikan gak apa-apa? Pertanyaan itu masih terngiang di kepala ane yang bingung. Sejak saat itu Rina tidak pernah ane lihat lagi saat keputrian. Dia sudah pindah sekolah dan menyisakan dua orang temannya yang tak tahu namanya saat itu. Keduanya sering ngobrol lalu ngajakin ikut kayak Rina. Kok jadi gini? Biarlah jadi simpatisan. Toh ane gak ikut pelantikan T.T

Itu tadi sepenggal kisah latar belakang ane. Kali ini mau cerita siapa ya?

Pertama, dia adalah orang yang ane baru tahu namanya setelah keputrian. Ia adalah teman dekat Rina juga. Bahkan ia lebih sering ane repotin dibandingkan yang lain. Itu Sefty aka Tia. Ane masih sering berhubungan dengan dia, lebih tepatnya bantuin benerin komputer. Bisa dibilang ia orang yang lebih cerdas dari ane. Ane gak bisa nulis lebih detil karena ane bukan penguntit dunia maya seperti blog sebelah.

Dia adalah tipe gadis yang menyenangkan dan lebih mirip seperti ibu. Bahkan dia ngajak ane ke Pasar Baru biar ane gak kudet soal mode. Ia bisa dibilang sering ane tebengin dengan motor BeAT birunya. Bahkan pernah sekali bannya harus ditambal gara-gara sering boncengin ane. Sori ya ane gak bisa bantu nambal. Paling gak ane harus kurusin dulu badan biar gak bocor terus, hehe. Dulu dia di divisi tandu, divisi mayoritas yang dipilih anak-anak. Ia sering nanya ke ane. Baik itu soal teknik menggambar hingga soal musik jadul yang ia gak tahu judul lagunya. Ia sering pinjem si robot ijo ane buat foto-foto. Gak heran ane punya folder sendiri di lappie yang isinya foto-foto anak-anak PMR termasuk foto ngakaknya ngisep obat nyamuk. Ia juga sering ngamuk kalo ane ngasih petuah sesat terutama soal nyari jalan. Udah tahu ingatan jangka pendek ane agak galat dibanding ingatan jangka panjang. Bahkan ane sering dianggap seperti “GPS sesat”. Dia sekarang kuliah di salah satu PTS di kota Bandung jurusan DKV.

 

Orang yang kedua adalah temennya Rina juga. Bedanya kalo diibaratin gedung dia itu Burj Khalifa dan Rina itu menara Eiffel. Dia penulis blog sebelah sesat, Windha. Mana dia nyebutin skandal ane pula :w Dibandingkan yang lain dialah yang paaaaaling tinggi. Gak heran pas bursa kerja kemaren ditawarin jadi calon pramugari. Ane aja lebih pendek dari dia beberapa senti karena bungkuk.

Windha bisa dibilang sering gonta-ganti cowok mulu. Untung aja yang terakhir ini awet. Hei kalo nikah ajak-ajak yoo! Mulai dari kakak kelas, teman satu angkatan di ekskul, ampe adik kelasnya dipacarin. Dia juga berada di divisi tandu, berpasangan dengan Yuni. Keduanya sering turun saat perlombaan. Sering ngobrol ama ane soal yang “aneh-aneh”. Bahkan dia pengen cosplay jadi Erza Scarlet yang lepas armor. Asiknya cuci mata *nah lho*. Akhir-akhir ini dia demen banget ama Fairy Tail, beda ama ane yang demen Claymore. Sekarang dia bekerja di salah satu perusahaan dan kenapa ke luar pengen jadi SPG? Padahal di sana gajinya gede lho.

 

Orang ketiga adalah partner-in-crime Windha, Yuni. Ia adalah spesialis tandu di kalangan anak-anak cewek satu angkatan. Ia sering diturunkan dalam lomba entah berpasangan dengan Windha atau dengan orang lain. Dia mudah dikenali karena dia itu drama queen dan juga fans berat YUI. Bisa dibilang dia berada di perbatasan otaku dan weeaboo. Kadang ane rebutan ama dia, ngaku-ngaku jadi istri sah Hyde *gubrak*. Hampir setiap hari dia memperbaharui status jejaring sosialnya. Kayaknya pulsanya gak abis-abis tuh. Eh, Yun. Bagi pulsa dong! Derita mahasiswi ngekost nih.

Bisa dibilang Yuni itu adalah orang segala bisa. Bisa jadi teknisi, mandor, ampe sekretaris cantik pun bisa. Maklumlah pekerjaannya sekarang memang gak nyambung ama jurusan yang ia ambil sewaktu SMK dulu. Hobinya adalah selfie. Bahkan foto-foto yang ane simpan sebagai kenang-kenangan, hampir semua objeknya pasti ada dia.

 

Orang keempat adalah Upin. Ane kaget pas lihat foto terakhirnya di jejaring sosial. Sejak kerja di Malaysia … ia mendadak feminim dengan abaya dan rambut panjang digerai. Nama aslinya sih Novia. Dipanggil Upin gara-gara ngefans ama Upin Ipin dan orangnya tomboi. Feminim sih feminim, tapi statusnya beli motor balap pas balik dari Negeri Jiran.

Dialah orang yang paling tomboi di antara semua gadis di PMR. Spesialis tandu dan ia sering latihan dengan celana boxer. Itulah ciri khasnya setiap berlatih. Kadang perkataannya sedikit mencurigakan ke arah LGBT. Tapi dia sendiri memang normal dan senang mengusili cewek cantik aja. Gaya bicaranya pun mirip dengan laki-laki. Identik dengan bahasa kasar dan nadanya sedikit menghentak. Tapi tenang saja kok. Aslinya dia emang baik tapi tsundere aja. Dia memang hidup di salah satu daerah di Kota Kembang yang identik dengan premannya. Kadang ane berselisih paham dengan dia gara-gara keceplosan ato telat balas SMS.

 

Kali ini ane bicara soal polisi yang mengerem tindak-tanduk Upin. Namanya Nida. Sekarang ia kuliah di salah satu PTN ternama di Kota Kembang. Di antara semua cewek satu ekskul, dialah orang yang paling paham soal agama. Sifatnya paling dewasa dan kalem. Ane sering ngobrol ama dia terutama soal agama. Maklumlah ane itu begajulan. Dia sebenarnya divisi tandu tapi ia juga bisa pertolongan pertama. Bisa dibilang ia bisa semuanya kayak Ikki-senpai.

Nida paling tidak suka dengan kata kasar. Perkataannya pun selalu santun dan lebih sering pake bahasa Sunda halus. Nah, kalo Upin kepergok ngomong kata kasar, hukumannya adalah istighfar. Sangat menyukai segala sesuatu berbau Ghibli dan Detective Conan. Ane tahu anime Ghibli aja dari dia. Jadi inget hutang encode Kiki ke dia. Dulu sempat janji kalo ane beres encode anime BD Kiki, ane bakal ngasih ke dia. Kalo ngomongin drama Korea masih nyambung. Dulu aja pas PKL pernah nonton drama Korea jam istirahat. Ia dekat dengan anak-anak cowok, terutama Adul dan Reza. Jarang ada yang tahu jika ia adalah penggemar Backstreet Boys. Ane juga tahu pas istirahat PKL dulu.

 

Jika cowok-cowok demen ama seiyuu (pengisi suara) anime yang moe, dia bisa jadi salah satunya kalo kerja di Jepang. Namanya Tri. Ane serius kalo dia itu suaranya moe. Dialah yang tertua di antara semua cewek seangkatan. Spesialis ilmu pertolongan pertama. Pernah ane denger kakak kelas aja sampai iri dengan kemampuannya.

Peranakan Tionghoa dengan wajah imut dan suara moe, orang saja bisa tertipu jika dia kelahiran 93. Kalo tingkat beningnya sih setara ama cewek-cewek peranakan Tionghoa yang rajin sambangi turnamen game daring. Udah moe, lebih jago program daripada ane. Kalo soal program dia memang menonjol di VB. Ane denger dia udah keterima kerja. Gak tahu apa dia nerusin kuliah ato gak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s