Hati-Hati di Dunia Maya

Kemarin chara game legendaris ane si molor dan kini surel ane yang dibajak orang tak bertanggung jawab. Emang akun itu jarang dipake, tapi semua akun forum, hosting, game daring, dan daftar ini itu nyambung ke sana. Ya mau gak mau lah ane harus ganti password dan ubah data semua.

Akhir-akhir ini ane nulis soal privasi di dunia maya. Bukan gara-gara Edward Snowden. Lain lagi dengan ulah situs web. Tapi ini demi kebaikan bersama. Boleh narsis tapi gak berlebihan. Ibaratkan cowok liatin cewek cakep tapi narsis mulu kerjaannya. Eh keburu jijik duluan orang yang dikecengnya.

Ane cuman bisa berharap akun ane bisa kembali pulih untuk administrasi. Jadi inget ama curhatan seorang penulis di bukunya. Ia senasib ama ane, sama-sama akun surelnya diretas. Malah dia lebih parah. Akun miliknya disalahgunakan untuk konten bokep.

Hal itu bisa menjadi pelajaran buat ane ato siapapun yang nyasar. Akun ente adalah cerminan ente. Ga usah terlalu narsis di jejaring sosial. Itu bisa mengundang kejahatan. Kayak kasus seorang ibu di Amerika rumahnya dirampok gara-gara ia terlalu narsis di jejaring sosial. Miris ‘kan? Padahal dia cuman memasang status lagi makan malam di restoran bersama suaminya.

Password untuk akun wajib 4l4y. Semakin 4l4y semakin bagus. Itu yang dikatakan ahli keamanan komputer saat meneliti sekelompok 4l4yers di Filipina. Ane lupa nama 4l4yers di sana apa. Tapi, se4l4y-4laynya password pasti ketahuan kalo ia teledor. Ane lupa pas tahun berapa dapet surel dari WordPress mengenai kesalahan sistem yang mengakibatkan akun ratusan ribu penggunanya diketahui password-nya oleh kelompok tak dikenal ato virus ya, udah lama banget da. Untung aja mereka sigap dan memberitahu semua pengguna untuk mengubah password. Sebaiknya ganti password berkala untuk mencegah hal seperti itu terjadi.

Ane pernah baca soal orang Jepang yang terbilang bukan tipe orang yang narsis di jejaring sosial. Mereka juga lebih suka akun anonim dan tertutup. Berbanding terbalik dengan orang Indonesia yang menuliskan segala sesuatu sangat rinci di akun jejaring sosial mereka. Kalo ane gak termasuk. Ane lebih demen nulis sedetil itu mengenai data diri di daftar riwayat hidup. Biar gampang dapet kerja aja sih. Sebaiknya bikin akun jejaring sosial jangan terlalu anonim seperti orang Jepang dan terlalu narsis seperti orang Indonesia. Kalo anonim ntar kena polisi kayak akun si Macan di Twitter. Terlalu narsis juga kalo suatu saat akunnya jatuh ke tangan orang yang salah jadi berabe. Apalagi cewek. Akun jatuh ke pria hidung belang “ya gitu deh”.

Jika main ke warnet, cari yang tertutup. Maksud ane yang bersekat. Dulu adik ane akun game daringnya nyaris diretas anak pinggiran yang ababil pas main di warnet. Bocah ababil aja tahu password orang terus berhasil diretas udah bangga terus ngaku dirinya hacker. Padahal itu gara-gara keteledoran pengguna aja sih.

Ente gak boleh percaya gitu aja sama orang yang baru ente kenal. Bukannya sok jaim ato sombong, tapi ini untuk keamanan pribadi. Terlebih lagi orang yang ente kenal melalui dunia maya. Ini untuk menghindari hal-hal buruk seperti cyberbullying, peretasan akun-akun ente untuk keperluan tidak baik, hingga mencemarkan nama baik ente.

Ingat, kejahatan bisa muncul karena kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s