Gatelnya Pengen Nulis

Gak pegang pensil ato keyboard aja membuat jari ane gatal. Anehnya lebih gampang nulis bebas tanpa terikat tema dibandingkan dengan menulis sebuah skrip game (yang entah kapan dapat wangsit baru untung gameplay-nya), melanjutan naskah novel ane—yang alurnya terjun bebas karena tidak penting, dan sebuah rancangan tugas akhir.

*Dan akhirnya ane bisa lihat kelanjutan kisah cinta Rin di situs sebelah! Kapan rilis di sininya? Males jalur ilegal mulu, kasihan ama ibu mangaka yang otaknya rada sengklek itu. Penasaran apakah ceweknya itu akhirnya milih dia, adiknya (tepatnya sih saudara kembarnya), ato berakhir gantung seperti komik shonen kebanyakan.*

Dulu ane menghabiskan waktu berjam-jam untuk main game. Sekarang lebih demen baca artikel acak dan menulis. Bayangkan saja selama 5 jam, hampir setiap hari, untuk mengetik naskah novel atau sekadar “belajar menjadi ophiuchus tanpa bantuan Parseltongue“. Akhir-akhir ini lagi males buka keduanya, baik novel maupun kitab berbahasa ular. Belum ada wangsit dan ane emang lagi rieut urusin pendaftaran kuliah.

Jika topik tulisan ini bias, berarti ente benar-benar memasuki laman ane. Laman yang benar-benar ngelantur dan tidak patut dibaca, berisi tulisan gak jelas ane ala buku harian (bahasa ane : jurnal pelarian), dijamin dapat membuat siapapun guru Bahasa Indonesia dan pakar bahasa tercengang melihatnya. Satu-satunya laman yang bisa dibilang “tidak waras” dalam jurnal pelarian ini. Isinya apa aja yang ada di pikiran ane saat itu juga dan kacaunya lagi jari ane gatel-gatel ingin menulisnya. Jadi, salahkan saja ente karena masuk halaman pribadi orang :p

Bicara soal ular, akhir-akhir ini kenapa jadi nyambungnya ular lagi ular lagi. Ane bukanlah orang dari asrama Slytherin. Ane juga bukan pecinta reptil. Ane juga bukan Sanae yang jurusnya pake uler nyonya Kanako. Ane juga gak demen-demen amet ama Nagin, abis pemainnya kurang sekseh dibandingkan Nagin versi lawas *bruk*. Apalagi kalo ane itu Dewi Sanca. Itu tuh penyanyi dangdut yang tiap manggung pake bawa-bawa uler segala. Bahkan senjata langka yang bikin ngiler itu sempat drop dari uler. Uler naga panjangnya, bukan kepalang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s