Curhatan Insane

Insane? Beberapa game ada level insane. Level tergila yang pernah dimainkan. Karena bahan bakar minyak sudah membuat otakku meledak dan dikejar topi jalan, baju football, pembawa pintu, penunggang zamboni, ampe ogre magi dibawa-bawa segala.

Ini luapan kekesalan ane di dunia maya. Gak dibaca juga gak apa-apa. Toh kata orang jurnal pelarian ane ini cukup berat atau kasarnya “minat baca mereka terlalu rendah” untuk membaca tulisan seperti ini.

Katanya mau dibilang keren dengan berbahasa Inggris? Tapi kok hanya segelintir orang yang membaca referensi berbahasa Inggris sampai tuntas. Disuruh cari di si mbah baca artikel atau referensi penting jawabnya, “Moh ah. Bahasa Inggris.” Tapi kalo ngomong sok Inggris. Udah pronunciation aja gak bener maksa lagi. Kalo gak bisa ya pakai bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Kayaknya para “anak gahol” itu bisa disamain ama weeaboo. Bedanya yang satu Inggris yang satu Jepang.

Bully? Ane gak yakin tingkat bully bisa diturunin juga kayak tingkat aborsi atau prostitusi remaja. Ya mau gak terjadi bully gimane, toh main Bully aja pada demen. Bocah mainannya udah (diterjemahkan literal) Pencurian Mobil Besar dan makanannya sinetron sampah tak berbobot malah bikin otak kayak robot. Lihat aja setiap hari sinetron, bully lagi, kasta lagi, mengumpat lagi, dengki lagi, jahat lagi, tidak ada muatan positif apa *dengan gaya Benny banting TV*. Pantes aja ada yang lelucon yang mengatakan,

“Kalo liburan jangan ke Indo, penjahat semua!”

Itulah fakta. Setiap hari disuguhi dengan tontonan muatan negatif terus-menerus hingga masuk ke alam bawah sadar dan dipraktikkan.

Lihat berita. Dikit-dikit diselipin kriminal lah. Berita yang diputarbalikkan demi sensasi lah (baca : infotainment). Males ane nonton. Daripada kesel mending nonton TV Edukasi, “Monyet Penasaran dengan Pria Bertopi Kuning”, “Domba-Domba Ajojing dan Doggy vs Tiga Babi Pengacau”, atau “Pinguin Mata-Mata”. Kalo ada yang rame bisa banting ke anime atau film. Itu pun selektif tanpa memandang rating. Malem bisa intip “Raja Komentar” atau “Komedian Berdiri” yang jauh lebih kocak daripada humor sarkastik bulan Ramadhan. Kangen ama bulan puasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s