Berotak Miring Gak Selamanya Emang Miring

Jadi inget ama trio Farmasi itu. Apa mereka jadinya tetep di Farmasi meskipun swasta? Tapi denger-denger Poltekkes juga ikatan dinas dan mereka emang coba ke sana.

Bicara soal trio Farmasi yang otaknya emang agak miring itu bikin kangen juga. Apalagi mereka demen melawak. Tapi biasanya orang berotak “miring” emang humoris, jail, kreatif, dan bisa memecah kebuntuan dengan ide-ide aneh mereka.

Orang berotak miring jika berada di masyarakat identik dengan tidak waras atau berperilaku menyimpang. Cek aja deh, kebanyakan kayak gitu. Tapi tidak semua yang berotak “miring” itu kurang waras. Adanya mereka sulit diterima masyarakat karena mayoritas orang di sini agak lemot menanggapi perbedaan.

Orang miring di sini maksudnya orang yang otak kanannya dominan seperti halnya trio Farmasi temen ane itu. Orang berotak kanan dominan identik dengan kreatif dan nyeleneh. Tapi saking nyelenehnya, kadang orang mencap mereka kurang waras. Mereka juga sering diperlakukan tidak adil, khususnya oleh guru. Biasanya anak seperti itu langsung dipukul rata “anak nakal” padahal mereka sendiri belum tentu nakal. Malah kalo gak ada anak-anak seperti itu kelas terasa garing.

Biasanya orang seperti ini berbakat jadi seniman, penghibur, pelawak, dan pengusaha. Jangan salah, mereka terlalu visioner kalo jadi pegawai. Bisa jadi ada bos yang iri ama mereka kalo jadi pegawai. Mereka juga memiliki kepekaan seni yang tinggi. Emang orang tajir yang rajin ke pameran aja yang bisa?

Bicara soal otak miring, okelah sewaktu-waktu diluruskan pemahamannya biar gak ketularan miring. Otak kanan dan otak kiri adalah sebuah kesatuan. Tidak seperti sepatu di lagu Tulus, tetapi seperti 212 di dada Wiro Sableng. Tapi kebanyakan di dunia ini terlalu dominan di salah satunya. Kalo terlalu dominan kiri identiknya kaku, tidak berperasaan, otak Einstein, dan seakan tidak ada “else” jika diibaratkan dalam bahasa pemrograman. Kalo terlalu kanan kadang dianggap gila, senyentrik om Bob Sadino, gak normal, dan beberapa pandangan buruk di masyarakat pada umumnya. Padahal yang bagus itu adalah seimbang, seperti halnya cewek.

Dibandingkan cowok, cewek memiliki otak yang terbilang lebih seimbang. Ya tidak ada yang Tuhan ciptakan sia-sia di muka bumi ini. Cewek memiliki tugas dan tanggung jawab yang bisa dibilang lebih berat dari seorang ayah. Ia harus bisa menjadi ibu, akuntan, polisi, detektif, investor, guru, pembantu rumah tangga, pemuka agama, kepala manajer, pengasuh bayi, wanita karir, dan model dalam waktu bersamaan. Hebat ‘kan cewek? Pantes aja nabi bilang kata “ibu” tiga kali baru setelah itu bilang “ayah” dalam sebuah hadist. Kalo kedua bagian otaknya tidak seimbang, susah juga menjadi beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu ketika menjadi seorang ibu. Gak kebayang lagi kerja sambil mengasuh anak jika otaknya lebih dominan salah satunya.

Gara-gara terlalu sering bercanda dengan trio Farmasi jadi aja ketularan miring. Tapi denger-denger salah satu di antara mereka menyimpang ke Biologi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s