Temukan Panggilanmu Sebelum Terlambat

Kesalahan kebanyakan orang, termasuk ane, adalah tidak mau mendengar kata hati. Kita sering lupa dengan hal-hal yang membuat kita lebih bergairah untuk bekerja dalam hidup.

Ane kepikiran nulis ini sambil nonton Kontroversi di Trans7. Betapa mirisnya melihat kondisi di pulau terluar Indonesia terutama pulau Aceh yang menjadi fokus liputan. Ane melihat anak-anak yang antusias untuk belajar, bangun lebih awal untuk berangkat ke sekolah, dan sayangnya guru pun tidak ada di kelas. Ironisnya, para guru malah mabal.

Orang sering berkata hidup itu harus realistis dan ikhlas. Menurut ane, mendengar kata hati itu adalah salah satu cara agar lebih ikhlas dalam melakukan perbuatan.

Apa keinginan terdalam kita yang membuat kita sangat bahagia? Tidak peduli apa kata orang di luar sana mengenai tindakan kita. Biasanya jika kita mendengar hal itu, kita akan lebih ikhlas menjalani pilihan kita.

Apakah kita lebih bahagia dengan melihat anak-anak tersenyum riang saat belajar? Jika jawabannya “ya”, panggilan jiwamu berada di sana. Cobalah sesekali menjadi seorang relawan yang turut membantu mengajar anak-anak.

Terkadang kita lupa tujuan awal kita dalam melakukan sesuatu. Kita terlalu tenggelam dalam rutinitas hingga kita tak sadar tujuan semula kita. Motivasi setiap orang berbeda-beda dalam melakukan suatu hal terutama pekerjaan. Ada yang murni senang di bidangnya. Ada yang mengikuti permintaan orang tua. Ada juga yang tergiur oleh penghasilan menjanjikan. Kembali berkaca ke diri kita. Pikirkan tujuan awal kita. Apa kita bahagia? Apa kita ikhlas menjalaninya? Hal itu memang sepele namun berpengaruh besar bagi diri sendiri juga orang lain.

Keikhlasan tidak melulu berarti rela melakukan suatu hal. Keikhlasan juga berarti totalitas dalam melakukan suatu hal. Keikhlasan seseorang selalu berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Semakin ikhlas seseorang, semakin serius usaha yang dilakukan dalam pekerjaannya. Hasil usaha yang bermula dengan keikhlasan diiringi kerja keras akan sangat berbeda terutama bagi kita. Ada sebuah kepuasan tersendiri bagi kita yang melakukannya. Kepuasan itu pun tidak selalu berbentuk materi, bisa saja pengalaman berharga, hingga perasaan bahagia yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hal itupun dapat dirasakan oleh orang banyak.

Contohnya adalah guru. Siapa guru yang paling berkesan di mata kita semasa sekolah? Siapa guru yang paling dekat di kalangan murid-murid, murah senyum, sabar menghadapi kondisi kelas yang tidak tentu, mengajar dengan penuh gairah, menjadi kesayangan semua orang di sekolah, dan keberadaannya tidak bisa digantikan oleh guru yang lain? Guru yang seperti itu adalah seorang guru yang ikhlas dalam mendidik murid-muridnya di kelas. Kapan lagi ada guru yang di sisi lain disayangi semua murid dan menjadi teladan bagi guru lainnya? Pernah ketemu guru yang seperti itu adalah pengalaman langka seumur hidup yang tidak terlupakan.

Temukan panggilanmu sebelum terlambat. Sadari hal itu sebelum menjadi masalah bagi diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita. Seorang yang seperti itu jauh lebih baik dibandingkan orang-orang cerdas namun tidak ikhlas menjalani setiap rutinitasnya.

Iklan