Matematika Itu Tidak Seram Kok

Ane kepikiran nulis ini gara-gara … kakak ane minta pasang aplikasi GeoGebra *gubrak*.

Emak, ane mabok sequence!

Bicara soal matematika, ini pertama kali ane nulis tentang mata pelajaran dengan serius.

Setiap orang pasti memiliki mata pelajaran favorit selama sekolah. Seiring berjalannya waktu ya mata pelajaran favorit pasti berubah bergantung situasi yang kita alami di sekolah. Mata pelajaran favorit ane selama sekolah itu Seni Rupa, Matematika, IPS, dan Bahasa Inggris. Memang ane gak terlalu jago soal matematika. Setidaknya ane ngerjain soal matematika dengan senang hati.

Masalahnya, kebanyakan pelajar zaman sekarang itu nyalinya udah ciut duluan ketika mendengar kata “matematika”. Padahal matematika ada di mana-mana. Di bidang yang jauh banget dari matematika seperti seni dan bahasa pun ternyata masih ada matematika terselubung. Tahu Google Translate? Biar kata terjemahannya lebih sering ngaco daripada warasnya, tetep aja bikinnya pake matematika.

^ malah Google Translate bisa jadi menyaingi Vocaloid!

Tahu fractal art? Itu seni yang dibuat dengan matematika. Salah satu contoh fractal art yang paling sering dilihat tapi gak pernah sadar adalah baju batik.

Masalahnya gini. Ujian pasti nongol Matematika. Orang tua anggap anaknya pinter itu salah satunya dari pelajaran Matematika. Jurusan favorit itu kebanyakan ada di jalur IPA yang lagi-lagi ketemu matematika. Lihat angka aja udah eneg apalagi berlama-lama pantengin data buat statistik.

Nah, gimana caranya biar kita belajar matematika itu tidak terpaksa? Gimana caranya biar kita bisa membawa diri dalam kondisi senang untuk belajar?

Sedikit curcol deh mengenai cara ane buat belajar matematika. Berhubung tulisan aslinya terlalu ngaler-ngidul, ane revisi jadi lebih singkat dan hemat agar gak bikin malas buat membaca dengan cermat.

*perasaan belakangan ini ane jadi lebih doyan main pun sama rima deh, pantesan sastrawan bisa lupa waktu karena menulis*

  • Tidak ada kata terlambat untuk belajar

Ane sempat nyesel nolak tawaran temen ane buat ikut Kumon pas SMP. Soalnya kerasa banget pas waktu penyisihan Gemastik dulu. Ane sampe nangis di rumah gara-gara lihat waktu pengerjaan soal sudah mepet tapi belum satupun pemecahan program yang kelar. Buat yang belum pernah ikut, penyisihannya daring aka lewat internet. Ane ikut Gemastik pun karena “kecelakaan” (baca: dihasut temen dengan iming-iming hal yang ane suka) pas masih kuliah. Soalnya pun gak jauh dari kasus sehari-hari yang kompleks dan membutuhkan pemecahan masalah dalam bentuk program. Metode penyelesaiannya pun membutuhkan matematika untuk membantu penyusunan algoritmanya.

Berkaca dari penyisihan Gemastik ditambah mumet mata kuliah Psikologi Kognitif, ane belajar lagi matematika dari hal yang paling dasar. Hal yang paling mendasar ternyata banyak yang ane gak kuasai. Contohnya konsep harga mutlak yang ternyata adalah jarak. Setelah ane belajar dari dasar, banyak hal yang semula ane gak paham jadi lebih paham. Memang sih nilai mata kuliah masih gak bagus amat tapi pemahaman ane lebih baik seiring berjalannya waktu.

Gak apa-apa belajar telat daripada gak belajar sama sekali. Pas ane nulis ini pun sebenarnya lagi istirahat belajar matematika. Ya biar mumetnya ilang dikit lah.

  • Mau bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, belajar mah sama aja

Mau belajar matematika dasar tapi sudah berumur? Malu buat ikut kursus? Manfaatkan saja sumber daya yang ada. Bisa dari buku-buku pelajaran Matematika semasa sekolah atau ikut kelas daring.

Intinya kalo mau belajar itu modal awalnya dua. Pertama motivasi belajar diiringi aksi yang terus menerus. Kedua kosa kata dasar berkaitan dengan matematika TK. Kok butuh kosa kata standar matematika TK? Soalnya itu sangat berguna buat belajar matematika dari modul berbahasa Inggris.

Nah, bagaimana dengan ane? Ane ikut kelas daring di Khan Academy (situs yang nemu gak disengaja gara-gara mabok nugas pas masih ngampus). Kemampuan matematika ane saat menulis ini adalah setara anak kelas 3 SD. Ane serius. Soalnya ane belajar ulang dari materi TK ditambah latihannya berhenti selama 2016 dan baru lanjut sekarang.

  • Motivasi: game arcade

Apa bedanya game arcade dengan matematika? Matematika itu tiap kalah gak pernah ada batas buat continue.

Ane emang penggemar game arcade. Sebelum pindah rumah, ane biasa nongkrong di Timezone deket rumah. Biasanya sih gak jauh dari DJMAX Technika sama DDR. Motivasi ane main saat itu buat ngurusin badan. Soalnya DDR itu ada mode latihan yang khusus buat ngurusin badan. Jadi buat orang yang susah banget diajak olahraga macam ane, itu bisa jadi pilihan buat olahraga yang menyenangkan.

Saking senengnya main game arcade, motivasi itulah yang ane pakai biar terus tertantang belajar matematika. Anggap aja ane lagi main Touhou yang ngenes dengan tambahan continue tak terbatas. Buat yang gak tahu Touhou, singkatnya itu game arcade versi PC yang ngenes dengan banyak fungsi trigonometri dan fractal art nyasar di kalangan otaku.

  • Learning math by the hard way

Belajar matematika harusnya seperti itu. Mulai dari konsep mendasar, porsi yang pas sesuai kemampuan, dan tidak semata-mata menjejalkan rumus untuk memecahkan masalah. Contoh ini memang lucu tapi ini kisah nyata yang diceritakan dosen ane. Beliau mengajarkan keponakannya perkalian dengan contoh kasus “minum obat dari dokter”. Singkatnya, beliau menanamkan konsep pada keponakannya mengenai perkalian dengan contoh nyata tanpa hafalan. Hasilnya ia bisa melampaui pemahaman perkalian yang saat itu belum dipahami teman sebayanya.

Cara yang sulit ternyata paling mudah untuk memahami matematika. Apalagi untuk mengerti rumus-rumus aneh yang sering muncul di bangku SMA/SMK. Sebenarnya hard way itu adalah cara yang paling sederhana namun dilupakan orang karena membutuhkan waktu lama untuk mempelajarinya. Ane paham alasan guru matematika SMP ane yang sepakat menyebutkan kalkulator itu adalah barang haram di kelasnya. Keberadaan kalkulator yang seharusnya mempermudah pekerjaan kita malah bikin kita terlena dan lupa dengan konsep dasar yang membutuhkan penghitungan secara manual. Jadilah kemampuan kita terpasung oleh rumus dan kalkulator.

  • Matematika itu bukan hafalan

Matematika itu intinya pola dan relasi. Matematika itu hanya alat untuk pemecahan masalah. Pengalaman ane sewaktu penyisihan Gemastik daring dan cara dosen ane mengajari keponakannya tentang perkalian membuktikan kebenaran akan hal itu.

Salah besar jika kita menganggap matematika itu kudu dihafal. Ada sih yang hafalan tapi bakal ingat sendiri seiring dengan intensitas kita untuk berlatih. Rumus ABC saja bisa dihafal dengan mudah selama kita sering latihan mengerjakan soal yang berhubungan dengan rumus ABC. Hafalan bisa berkurang seiring dengan berjalannya waktu dan berkurangnya intensitas kita menggunakan hafalan tersebut. Hal yang bakal bertahan itu hanyalah pemahaman yang benar.

  • Kata siapa matematika bebas dari otak kanan?

Kata ahli, matematika itu ranah otak kiri. Tapi buat orang yang kesulitan belajar materi baru dengan cepat macam ane, keberadaan otak kanan itu sangat berguna untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan otak kiri.

Ane sering menggunakan pun, memori kait sana kait sini (istilahnya apa ya, lupa), analogi, personifikasi karakter, komedi, dan sudut pandang lain untuk memahami hal baru. Contohnya tadi. Ane baru belajar soal rasio proporsional yang gak pernah ane denger nyempil di bab manapun yang ada di buku matematika sekolah. Ada sih penjelasannya di materi kelas 6 SD cuman numpang lewat. Ane baru paham penjelasan materi itu dengan memasak.

Misalnya gini. Kemarin beli seporsi nasi goreng dengan sebutir telur. Besoknya beli nasi goreng eh ada yang tambah pesanan satu porsi lagi tapi telurnya masih tetap sebutir. Kemaren makan nasi goreng seporsi telornya utuh sekarang jadi setengah. Berarti rasio telur sama nasi gorengnya gak proporsional ‘kan?

NB: Contoh yang ane berikan itu trik yang biasa dipake tukang nasi goreng. Jangan mau dikibulin tukang nasi goreng ye. Masa iya bayar porsi sama tapi isinya beda?

  • Setiap orang punya jalurnya sendiri

Belajar yang baik itu seharusnya sesuai kemampuan kita. Sayangnya belajar dengan metode personalisasi seperti ini jarang dilakukan di sekolah. Makanya banyak anak sekolah yang stres sama guru-guru yang curang ya gitu. Kemampuan anak berbeda tapi kudu disamaratakan dalam pengajaran di sekolah.

Padahal ada manfaatnya belajar dengan metode personalisasi. Kita jadi lebih tahu kelemahan dan batas kemampuan kita. Jadi materi yang diberikan pun disesuaikan dengan kemampuan kita. Hal tersebut lebih memudahkan kita untuk melampaui batas diri kita bahkan orang lain.

Jadi jangan mewek kalo pas mepet UN sama SBMPTN tapi materi dasar belum paham. Daripada percaya dengan kunci jawaban yang belum tentu benar, mending kita analisis kelemahan kita lalu konsultasikan pada orang yang lebih paham. Bisa teman, saudara, orang tua, atau konsultasi langsung dengan guru. Habis itu kita belajar sesuai dengan kemampuan kita.

  • Latihan, latihan, dan latihan

Ane pernah baca soal Bruce Lee. Siapa yang gak kenal dengan tokoh dari dunia persilatan yang identik dengan baju latihan berwarna kuning ketat dan tongkat nunchaku yang sering ia mainkan. Ia lebih takut dengan orang yang latihan jurus yang sama 10.000 kali daripada orang yang belajar 10.000 jurus tapi latihan sekali.

Matematika akan semakin mudah dengan latihan. Mulai dari soal yang kita bisa sampai paham baru loncat ke tingkat yang lebih sulit. Sama kok kayak main game. Mentok ngerjain soal ato jawab soal salah bukan masalah. Belajar pasti ada masa-masanya seperti itu. Kalo mulai jenuh ya istirahat sampai penatnya hilang lalu lanjut latihan. Buat latihan rutin sesuai dengan kemampuan kita. Kalo kita sibuk di luar seperti organisasi ato komunitas ya gak usah maksain latihan tiap hari.

Semakin sering kita latihan, kita semakin terbiasa. Malah kita bisa menghitung secepat para engkong pemilik toko tanpa perlu menggunakan kalkulator.

Sebenarnya materi itu mudah selama kita serius untuk mempelajarinya. Hal yang bikin susah itu orang yang mengajarkannya dengan berbelit-belit dan keengganan kita untuk menerima pelajaran baru.

Iklan

Hari Patah Hati Nasional dan Keberanian Cowok

Hari Patah Hati Nasional sudah lama berlalu. Baru saja berlalu Hari Patah Hati Internasional. Pertanyaannya, kok bisa ada hari seperti itu?

Raisa adalah idaman sejuta cowok di Indonesia. Siapa yang tidak kenal biduan cantik yang mulai dikenal semenjak iklan Sunsilk ini?

Memang semenjak masih pacaran dengan Keenan Pearce, Raisa memang menyedot perhatian. Sayangnya para jejaka yang semula mengidolakannya mendadak jadi haters berjamaah semenjak Raisa dipinang oleh Hamish Daud. Harapan para cowok pun kini hanya menyisakan tiga orang. Isyana yang bersiap ke Inggris untuk menghadiri MTV Europe Music Awards, Chelsea Islan si cantik berbakat yang bikin para cowok gemes, dan “saudara kembar Isyana” dari ranah dangdut koplo, Via Vallen.

Nah, kalo cowok itu hatinya potek gara-gara Raisa nikah. Cewek hatinya potek gara-gara Song Joong Ki menikah. Kok bisa ya belakangan ini rame tagar dan status patah hati berjamaah di internet? Lebih hebat dari cerita Mister Gepeng yang nyebar berjamaah padahal zaman dahulu internet belum dikenal.

Kebanyakan anak muda zaman sekarang pengen menjalin hubungan yang enak tapi diajak serius ogah. Beda ceritanya kalo dapet jodohnya perwira polisi dan tentara. Soalnya polisi sama tentara memang gak boleh nikah sampe pangkat tertentu. Banyak kasus yang viral di dunia maya atau di infotainment. Pacaran lama tapi ujung-ujungnya nikah sama orang lain. Contoh yang baru saja terjadi ya ceritanya Laudya Cynthia Bella. Pacaran sama orang tapi ujung-ujungnya nikah sama bangsawan Malaysia.

Kok bisa kayak gitu?

Pertama, ngikutin pola artis barat. Kebanyakan artis barat memang pacaran dulu sebelum ke tunangan apalagi menikah.

Kedua, pacaran itu buat mengenal pasangannya. Nah, ini alasan yang dipake para cowok buat kasih kode cewek.

Ketiga, cewek itu butuh aksi nyata. Contohnya aja para cowok nekat yang ikut acara reality show Katakan Cinta 15 tahun silam. Banyak para pejuang cinta yang nembak ceweknya pada masa itu yang akhirnya berlabuh di pelaminan dan langgeng.

Bagaimana caranya biar gak terulang lagi hari patah hati nasional? Caranya ya beri aksi nyata. Ane memang masih awam dari dunia cewek. Ane bakal cerita sedikit tentang dunia cewek biar ada keberanian.

Cewek itu fantasinya aneh-aneh. Mulai dari ngidam cowok-cowok roti sobek aka six pack sampe ngarep punya kehidupan rasa Disney Princess. Sebenarnya mereka berkhayal seperti itu gak cuman dari pengaruh literatur yang mereka baca di majalah cewek. Sebenarnya itu kode.

Cewek itu memang suka cowok tampan. Kenyataannya cowok mapan lebih memikat. Jangan coba-coba ajakin cewek ke jenjang yang lebih serius tanpa modal. Cewek itu gak suka dengan tipe cowok buaya buntung alias gak modal. Carilah pekerjaan yang lebih nyaman. Tapi kudu inget jadi cowok itu harus punya pendirian. Mentang-mentang udah mapan masa mau diporotin gitu aja. Cewek yang kayak gitu ke laut aja terus cari yang lain.

Cewek gak suka dengan cowok yang basa-basi busuk tanpa realisasi. Buktikan ucapan yang dilontarkan di hadapan si cewek. Tidak usah menebar harapan palsu atau membual ketinggian. Gak usah malu dengan kondisi diri sampe berbohong segala di hadapan cewek. Belum nikah aja udah banyak berbohong apalagi kalo udah nikah?

Pantaskan diri sebelum meminang si doi. Belajar dari hal yang sederhana seperti sopan santun. Masa iya meminang anak pengusaha sama bangsawan tapi kelakuan kayak preman? Asah kemampuan yang bikin nilai tambah di mata si doi apalagi keluarganya. Tapi inget kudu tulus melakukannya dan bukan untuk pencitraan semata. Biasanya kalo orang tua si doi udah ngasih lampu hijau sering ngomongin soal cowok. Terus orang tua si doi pasti ngasih kode terus.

“Eh mana si dia? Kok gak ke rumah lagi?”

Pelajari juga hal-hal penting mengenai keluarganya. Orang banyak yang bilang soal anak perempuan pasti deket sama bapaknya. Taklukkin dulu bapaknya baru anaknya. Jika ada syarat aneh-aneh yang diberikan si bapaknya, lakukan saja jika syaratnya tidak memberatkan. Cowok yang bisa memikat hati orang tua si doi itu dapat nilai tambah di mata si doi. Malah bisa jadi cepet diresmikan soalnya keluarganya udah gak sabar banget pengen lebih dekat sebagai menantu. Contohnya cerita temen ane, Rina. Suaminya sekarang gak perlu waktu lama buat menikahinya. Berhubung kedua keluarganya sudah klop makanya minta cepat diresmikan. Gak sampe tiga bulan kok proses dari kenalan sampe nikah. Sekarang udah 10 bulan menikah ditambah Rina lagi hamil 7 bulan.

Selama ini cowok selalu bilang cewek itu gak peka, sebenarnya malah kebalik. Cewek itu butuh seseorang yang bisa menerjemahkan setiap kodenya dengan tepat. Tidak perlu butuh waktu yang lama untuk memahami seorang cewek selama kita mau membuka hati dan pikiran untuk lebih mengenal mereka. Cewek itu gak selalu butuh pangeran tampan berkuda putih yang datang di saat yang tepat. Cewek juga butuh seorang komedian, figur ayah, bos, hingga sahabat yang bisa berbagi suka duka bersama.

Jika cowok sudah memiliki amunisi yang cukup untuk menggaet si doi, segera lakukan sebelum keambil orang. Cewek sekarang lebih berorientasi “siapa cepat dia dapat” lho. Jangan lupa pikirkan matang-matang soal usaha kita. Cewek yang dikeceng itu cewek yang tepat ato malah gak sama sekali buat digaet. Minta saran pada orang yang lebih paham soal ini seperti orang tua, kakak, adik, atau sahabat dekatnya. Sebagai cowok pun harus belajar jadi pribadi yang fleksibel jika ingin hubungannya langgeng hingga maut memisahkan. Cowok harus belajar sabar, mengalah, dan pengertian. Emang cewek doang yang kudu belajar hal-hal seperti itu?

Udah siap meminang cewek? Awas. Ntar malah jadi hari patah hati nasional berikutnya. Cowok yang jantan itu langsung aksi utarakan perasaan pada si doi. Urusan diterima ato ditolak belakangan.