Fujoshi dan Pornografi Ala Perempuan

Ane pernah baca salah satu artikel dalam majalah Kartini mengenai film Fifty Shades of Grey. Sebuah film kontroversial yang tidak bisa ditayangkan di bioskop Indonesia saat itu. Hal yang menarik dari artikel tersebut adalah membahas kaitannya fenomena Fifty Shades of Grey dengan pandangan pornografi di mata perempuan. Penulis artikel tersebut sengaja mengunjungi salah satu bioskop di Singapura yang menayangkan film dengan muatan BDSM kental itu. Pada saat film diputar dalam bioskop, ia terkejut melihat sebagian besar penontonnya adalah perempuan. Hal itu kemudian ia ceritakan lebih detil dalam artikelnya.

Perempuan adalah makhluk Tuhan paling seksi. Itu adalah kata Mulan Jameela. Kenyataannya, perempuan adalah makhluk Tuhan paling misterius dan membingungkan. Sudah banyak meme yang mengungkapkan isi hati para lelaki yang kebingungan memahami jalan pikiran perempuan. Jangankan para lelaki, ane yang perempuan pun malah bingung dalam memahami jalan pikiran perempuan.

Bisa dibilang ane itu memang mata keranjang di dunia nyata. Jika melihat tulisan-tulisan ane sebelumnya, ane sering menyinggung soal dirty jokes atau lawakan kotor bermuatan dewasa. Itu efek samping jadi seorang tomboi dan terbiasa dengan lingkungan yang mayoritas adalah laki-laki. Sejak kecil ane memang sulit bergaul dan berkomunikasi dengan perempuan. Teman terdekat dan sahabat pun mayoritas laki-laki. Jika ada perempuan pun itu hanya Dono (namanya Diana cuman karena perilakunya lebih parah dari laki-laki jadi dipanggil Dono), Indah, Teh Emul, dan Teh Sri. Itu sebabnya ane tahu betul dunia lelaki namun lucunya sangat awam mengenai dunia perempuan.

Perempuan selalu identik dengan feminim. Ia bisa jadi sosok wanita perkasa di luar seperti Bi Sheng Nan dalam Tiger Mom Cat Dad. Saat kembali ke rumah, ia tetap jadi tipikal putri keraton yang anggun, lembut, keibuan, penyayang, dan santun. Perempuan identik dengan pekerjaan rumah tangga. Di sisi lain, perempuan adalah pelaku multitasking dengan jumlah thread lebih rumit daripada sistem operasi yang berjalan dalam komputer modern. Satu hal lagi yang paling mudah diketahui oleh lelaki sekalipun: perempuan itu mudah luluh sampai wajahnya memerah.

Itu adalah gambaran wanita ideal yang sering muncul dalam literatur dan sosok di masa lalu. Sosok yang kerap ditemukan pada orang tua kita. Sosok perempuan yang masih anggun dan feminim. Biarpun pada masa itu ada yang tomboi pun, mereka masih terlihat sisi perempuannya.

Semakin ane mempelajari tentang perempuan, khususnya perempuan modern, semakin ane tersentak ketika mengetahui sisi gelapnya. Sisi yang terselubung dibalik efek-efek bunga bermekaran yang biasa muncul di manga genre shoujo.

Fantasi seksual seorang perempuan jauh lebih liar daripada lelaki mesum. Hal itu tersembunyi sempurna di balik keanggunan sosok seorang perempuan.

Tidak jarang ditemukan literatur yang dibuat oleh perempuan untuk menyalurkan fantasi liarnya. Contohnya seri Fifty Shades yang sebenarnya adalah fan fiction dari Twilight. Sebuah serial yang menceritakan tentang hubungan seksual bergaya BDSM yang justru menarik perhatian banyak penggemar dari kalangan perempuan. Karena masalah hak cipta, banyak nama karakter diganti menjadi seri Fifty Shades yang dikenal sekarang. Stephenie Meyer pun terkejut sewaktu membaca cerita asli dari seri Fifty Shades.

Jika masalah seksual itu adalah hal yang tabu untuk dibicarakan secara umum, lain halnya dengan perempuan. Ane pernah menonton salah satu episode Mamah dan Aa yang membacakan surel dari seorang wanita mengenai masalah hubungan rumah tangga. Sebenarnya dalam Islam sendiri soal “itu” memang dibahas dan ada aturan mainnya. Ane juga terkejut melihat majalah khusus wanita yang biasa disediakan di salon untuk mengurangi rasa bosan pelanggan. Ada rubrik khusus yang membicarakan soal “itu”. Mulai dari rubrik konsultasi dengan dokter hingga membahas hal-hal seperti Kamasutra. Bahkan saat ane bertemu dengan geng PMR semasa SMK, “itu” memang menjadi salah satu topik yang dibahas. Bahkan ane merasa teman-teman perempuan ane semasa SMK jauh lebih mesum daripada teman sekelas ane yang mayoritas adalah laki-laki. Memang “itu” adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Setidaknya bila bercerita di balik keanggunan perempuan, itu bukanlah hal yang tabu lagi.

Fujoshi, satu kata asing yang baru ane kenal sewaktu SMK. Ane pernah membahas hal itu secara sekilas dalam tulisan ane mengenai tipe-tipe perempuan. Sebenarnya ane sudah kenal fujoshi sejak SMP namun saat itu ane tidak tahu istilahnya. Fujoshi itu adalah perempuan yang isi pikirannya bisa dibilang mesum … dan lebih buruk.

Ane memang mata keranjang namun ane bukan fujoshi. Fujoshi sendiri terkenal dengan fantasi seksualnya lebih buruk dari seorang lelaki mesum sekalipun. Jika lelaki mesum hanya berpikiran untuk one night stand, perempuan super seksi nan menggoda, gadis imut seperti kimcil dan loli, juga mudah bertekuk lutut di bawah kakinya, fujoshi lebih sering membayangkan “hubungan antara dua lelaki” yang juga dikenal sebagai yaoi.

Mulanya fenomena fujoshi itu hanya dikenal di kalangan segelintir orang dalam komunitas otaku. Berdasarkan informasi dari salah satu teman ane yang juga seorang fujo, ketertarikan kebanyakan fujoshi di Indonesia bermula dari salah satu episode Naruto. Siapa yang tidak tahu episode “kecelakaan” Naruto dan Sasuke saat sedang bertengkar? Ane sudah tahu soal fujoshi sejak tahun 2008 dan saat itu ane hanya sebatas tahu soal “penyuka yaoi” tanpa tahu istilahnya. Pada masa itu, banyak fan fiction yaoi yang dibuat penggemar di Indonesia dengan tokoh Naruto dan Sasuke. Ane pun terkejut ketika diperlihatkan salah satu doujinshi yang diperlihatkan oleh temen ane tentang NaruSasu. Tidak hanya itu, temen ane pun getol mencari doujinshi yaoi lain di internet untuk memuaskan dahaganya.

Seiring berjalannya waktu, boyband Korea semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan ABG. Fantasi para fujoshi yang semula hanya terpaut pada karakter 2D pun melebar hingga tokoh 3D. Tidak jarang ditemukan fan fiction tentang personel boyband Korea dengan latar yaoi. Banyak pula yang di antara mereka sengaja melakukan penyuntingan foto bias mereka dengan Photoshop untuk memuaskan dahaga mereka. Tidak jarang para penggemar K-Pop kerap kesal dengan pasangan idol mereka namun anehnya mereka malah melakukan pairing dengan sesama anggota boyband lainnya.

Sebelum ane menulis tentang ini, ane mencari tahu di internet mengenai faktor-faktor yang menyebabkan fantasi seksual perempuan menjadi sangat liar hingga ada terjerumus dalam lembah fujoshi. Ane justru menemukan fakta lain yang jauh lebih mencengangkan.

Perempuan ternyata senang menonton tayangan pornografi. Hal itu terungkap berdasarkan data yang didapatkan oleh Pornhub, salah satu situs bokep daring.

Belakangan ini ane kesal dengan banyaknya pornhwa yang muncul di situs manga scan. Salah satu subgenre yang kerap muncul dalam pornhwa adalah smut. Ane penasaran arti kata smut dan ane terkejut. Smut adalah pornografi khusus perempuan. Perempuan memang senang menonton pornografi namun tidak seperti laki-laki yang terang-terangan menontonnya. Perempuan lebih senang melakukannya sembunyi-sembunyi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pornhub, ternyata perempuan lebih senang menonton tayangan pornografi yang sifatnya seperti yaoi.

Berbeda dengan laki-laki, selera pornografi perempuan lebih cenderung pada sesama jenis karena lebih “ramah” perempuan. Itu sebabnya banyak doujinshi yaoi tumbuh subur di Jepang. Fakta lain yang tidak kalah membingungkannya adalah genre yuri yang notabene adalah kebalikan yaoi pun ternyata banyak dibuat oleh perempuan. Uniknya, penyuka genre jenis ini adalah perempuan normal yang heteroseksual.

Apakah salah jika perempuan menyukai tayangan pornografi? Sebenarnya salah. Begitu pun ceritanya dengan laki-laki.

Pornografi dapat mengakibatkan kecanduan dengan efek yang lebih buruk dari rokok, minuman keras, dan narkotika. Seorang pecandu narkoba dapat mudah lepas dari jeratan narkoba namun pecandu pornografi tidak. Pecandu narkoba dapat disembuhkan total sementara pecandu pornografi lebih sulit untuk sembuh total. Pornografi dianggap dapat meningkatkan hasrat seksual saat berhubungan intim. Kenyataannya, para pecandu pornografi cenderung mengalami kesulitan saat berhubungan intim.

Anggap saja seperti membeli parfum. Orang yang terbiasa menggunakan parfum-parfum mahal tidak akan puas dengan parfum isi ulang yang dijual di toko. Sensasi yang dirasakan saat menggunakan parfum mahal berbeda dengan parfum isi ulang meskipun wanginya serupa. Hal itulah yang membuat orang-orang kembali membeli parfum mahal lagi dan lagi. Begitupun dengan hasrat seksual dari pecandu pornografi. Ia tidak akan bisa mendapatkan “kepuasan yang sama” saat “menyalurkannya dengan tepat” karena sudah terbiasa dengan “sensasi yang di luar batas”.

Bagaimana cara kita menyikapinya? Berperilaku sewajarnya. Lebih baik lagi salurkan hasrat itu dengan cara yang tepat yaitu menikah. Jauh lebih sehat bagi kesehatan fisik dan mental kita. Belum sanggup menikah ya sebaiknya jauhkan diri kita dari hal-hal seperti itu. Lolos dari jerat pornografi itu sangat sulit. Berdasarkan penelitian, pornografi membuat orang terus memikirkan hal itu terus menerus tanpa terkontrol hingga tak sadar melakukan … sebut saja “main sabun”. Jika hal itu dijadikan sebatas lelucon seperti ane tidak apa, asalkan jangan berlebihan. Fantasi yang liar tidak baik bagi kesehatan kita. Malah hal itu akan memperburuk citra kita di mata orang lain.

Jika kasusnya seperti fujoshi terus berlanjut hingga tahap lebih buruk, segera konsultasi ke dokter, psikiater, psikolog, dan pemuka agama. Mereka adalah orang-orang yang ahli di bidangnya jadi tidak perlu cemas. Semakin kita sadar akan kecenderungan terburuk, semakin mudah kita mencapai kesembuhan.

Ini kali pertama ane nulis serius mengenai satu topik yang kontennya “tidak seperti tulisan ane lainnya”. Jaga diri kita baik-baik karena kita ini perempuan. Perempuan yang baik melahirkan lelaki hebat dan generasi tangguh di masa depan.

Iklan